To be in a friendship is to give effort and to suffer

All this time, i always feel weird to refer to someone as my bestfriend. Aku punya standarku sendiri soal banyak hal, termasuk yang gimana yang bisa kusebut sahabat, semacam apa yang temen, atau yang gimana yang aku sebut kenalan. Aku cuma ngerasa kalo consent itu penting, jadi to label someone as my bestfriend, aku mau orang itu consider me as theirs too. What a weird thought, tapi ya demikian. So do i havefriends? I do, banyak malah. Do i consider them as the close one? For some of them, yes. That is just how it is.

Continue reading “To be in a friendship is to give effort and to suffer”

life lesson

Aku sedang berada di titik dimana aku kelewat erat ngegenggam rasa bersalah sampai kemudian aku malah ngerasa bingung, apakah aku masih beneran ngerasa bersalah atau ini cuma ilusi buatan otakku, kalau sesungguhnya aku udah engga ngerasa bersalah lagi tapi karena kelamaan/terbiasa jadinya ya… gitu – aku ngerasa bersalah karena kupikir itu yang normalnya aku rasakan. Paham engga sih :’) Semoga paham ya. Continue reading “life lesson”

NWLK: What is the purpose of life?

header note: ini bakal jadi penutup NWLK untuk sekarang, yeye! Kalau kalian punya pertanyaan lagi, silahkan komentar atau dm aku di instagram (mau kasih pertanyaan buat NWLK, gitu). terima kasih sebulannya!

Nineteen and Would Like to Know: What is the purpose of life?

Aku ga sengaja ketemu satu video di Youtube, dimana seseorang ditanya ‘apa itu hidup?’. Dia keluarin jawaban yang menurutku brilian, ‘hidup itu apa yang kita kerjain sekarang, apa yang lagi kita jalanin, apa yang kita lakuin’. Pas aku strucked sama jawaban simpel tapi brilian itu, aku tersadar sesuatu. Kita suka sok kasih jawaban keren dan segala macam, padahal sebenarnya jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu sederhana dan singkat. Jadi, kali ini aku coba simpel-simpel juga. Continue reading “NWLK: What is the purpose of life?”

NWLK: Terlalu aktif di kampus, bagus kah?

Nineteen and Would Like to Know: Terlalu aktif di kampus, bagus kah?

Kata orang-orang ya, kuliah itu jangan cuma putar-putar sekitar akademik aja, tapi juga soal soft skill kamu, misalnya leadership dan kemampuan kerja sama dengan orang lain. Jangan jadi mahasiswa yang kuliah-pulang kuliah-pulang. Lalu darimana soft skill-nya didapat? Ikut organisasi di kampus jawabannya. Continue reading “NWLK: Terlalu aktif di kampus, bagus kah?”

NWLK: Serba-serbi Dua Puluh Tahun

Nineteen and Would Like to Know: Serba-serbi Dua Puluh Tahun

Sekedar informasi, tahun ini aku baru masuk sembilan belas tahun, tahun depan baru dua puluh. Itu makanya di salah satu pertanyaan sebelumnya, sewaktu ditanya soal gimana dua puluh, aku tulis kalau aku juga have no idea. Tulisan-tulisan ini adalah caraku untuk belajar dan ikut berpikir untuk cari tahu. Kalian bertanya supaya tahu, aku menjawab supaya tahu, begitu. Continue reading “NWLK: Serba-serbi Dua Puluh Tahun”

NWLK: Kuliah di luar apa dalam kota aja?

Nineteen and Would Like to Know: Kuliah di luar apa dalam kota aja?

Dari pertama aku ‘ditugaskan’ kuliah ga keluar dari Jambi (kemarin itu), aku bahagia sih. Secara aku engga perlu ribet, kalau butuh sesuatu kan gampang. Print tugas juga mudah, gratis pula. Mau jajan ya, tinggal minta kan? Pokoknya enak warbyasah. Aku juga kalau perhatiin teman-temanku yang pada anak rantau, rasanya bersyukur sekali, haha. But then i quit dan spend less than half year to study properly, siap-siap untuk seleksi putaran ke dua. Lalu semua pilihanku pada diluar kota, terdekat di Palembang, tapi itu ada di nomor tiga. Lalu lagi, keterimanya di nomor satu, dan ternyata terjauh, Surabaya. Kalau naik pesawat itu, transit sekali di Jakarta. Continue reading “NWLK: Kuliah di luar apa dalam kota aja?”

NWLK: Kapan engga jomblo lagi?

Nineteen and Would Like to Know: Kapan engga jomblo lagi?

Aku dari dulu juga jomblo, punya gebetan pun belum pernah, paling kagum doang. Tapi sekitarku selalu aja bunga-bungaan, suka-sukaan lah, pacaran lah, gebet si ini si itu lah, putus nyambung pun sering, jadi ini bukan hal langka lagi. Pernah engga aku bertanya-tanya kapan aku yang ada di posisi mereka? Pernah— malah ga wajar kalo udah segitunya dan aku engga kepikiran ini. Tapi aku engga ngebet punya pacar. Kenapa? Continue reading “NWLK: Kapan engga jomblo lagi?”

NWLK: Kalau Udah Tamat Mau Jadi Apa?

Nineteen and Would Like to Know: Kalau Udah Tamat Mau Jadi Apa?

Di Indonesia, usia coming of age jatuhnya sama dengan usia lulus sekolah, tujuh belas tahun (kalau kamu kelas 1 SD-nya umur enam tahun). Waktu udah nginjak usia segitu, kamu udah bisa punya KTP, bikin SIM, secara hukum boleh konsumsi alkohol, dan hal-hal lainnya yang sewaktu kamu masih enam belas belum boleh lakuin. Thrilling ya? Continue reading “NWLK: Kalau Udah Tamat Mau Jadi Apa?”