my concern these days

Pertengahan November, dua mingguan lagi udah Desember, pertengahan Desember libur. Aku excited, tentu saja. Akhirnya bisa pulang tanpa beban dan temu kangen dengan kasurku, boneka-boneka yang kutinggal, dan aircon. Akhirnya aku bisa melangkah sedikit lebih ringan dan dengan dagu agak naik, karena aku pulang sebagai mahasiswa yang lagi libur, bukannya mantan mahasiswa yang baru berhenti kuliah; aku tetap memalukan karena keluar, tapi sedikit terkurangi karena aku udah balik kuliah lagi. Continue reading “my concern these days”

lagi-lagi exposing diri sendiri

Aku suka bingung, kenapa aku segini sensitif, tapi bukan untuk hal-hal yang berkenaan dengan sesama manusia. Jadi aku suka ga peka sama manusia, tapi kalau sama hewan, atau lirik lagu, atau omongan orang, aku bahkan jadi hiper-peka. Kayak, sebenarnya biasa aja, tapi aku bakal mikir berlebihan. Continue reading “lagi-lagi exposing diri sendiri”

22:57

Ingat ga sih, aku pernah bilang aku sebel karena cuma bisa doain temanku tapi ga bisa bantu kayak physically? Hari ini aku sadar, doa “doang” pun udah ada powernya. Lalu pas pulang doa Selasa dari gereja,  aku ngebet mau bicara sama Michelle, jadi aku buka Line. Eh, ternyata ada pesan dari Winda~ Dia cerita soal concern dia segala macam dan request supaya aku bahas. Continue reading “22:57”

21:57

Jadi aku lagi lihat-lihat Youtube (karena kapan aku engga lihat sih, lol). Lalu aku ketemu satu video lagu yang cukup sering dinyanyiin di gereja, What a Beautiful Name. For once aku kira itu lagu yang favoritku, ternyata aku ketuker judul, lol. Eh tapi, ada huruf korea disamping nama bahasa inggrisnya! Jadi aku klik aja. Dan ternyata beneran full diubah jadi bahasa korea. Continue reading “21:57”

kenapa orang pintar suka ga percaya kalau dibilangin pintar?

I think it’s kind of unfair how changes (or achievement in general) can be viewed differently based on how you were at the start. Mereka yang udah a thing dari awal, saat mereka kayak berubah dalam konteks mungkin lebih baik, lebih mature, lebih indah, bakal keliatan static dibanding sama perubahan dalam mereka yang awalnya nothing. Saat sesuatu yang dulunya engga dianggap, kemudian dia berubah jadi lebih baik, lebih mature, lebih indah, cenderung apa ya, kelihatan lebih wah gitu lho. Padahal sama-sama berubah, mereka sama-sama bergerak. Continue reading “kenapa orang pintar suka ga percaya kalau dibilangin pintar?”