i’m actually not that bad

Aku engga paham, mungkin ini cara Tuhan buat bikin aku bisa cinta diri sendiri (salah satu resolusiku untuk tahun ini), tapi sejauh ini, diletakin ditengah-tengah teman yang kayak teman-temanku sekarang, i started to feel that… i’m actually not that bad. Continue reading “i’m actually not that bad”

terciduk jam setengah dua pagi

Sesungguhnya aku ingin sekali bisa bagiin apa yang aku pelajari dari kuliahku kemari, dengan bahasa yang asik tentunya, karena pelajaran seringkali membosankan:) Tetapi, aku kesulitan rangkai kata-katanya. Mauku supaya kalian pahamnya bisa mudah gitu lho. Cuma kan kalian tahu aku ya, hobiku itu ngeribetin, jadi ya gitu… Aku ingin, tapi belum menemukan cara penyampaian yang tepat. Continue reading “terciduk jam setengah dua pagi”

(antitesis = opposite) soal internet

Apapun itu pasti ada antitesisnya. Mudahnya, risiko atau konsekuensi. Mau seberusaha apapun kita supaya risikonya kecil, tetap akan ada risiko. Kayak jadi pemadam kebakaran, itu pekerjaan mulia banget kan, tolongin orang. Tapi gimana kalau suatu saat petugasnya terjebak dan ada penduduk sama dia, dan cuma satu yang bisa survive, dia pasti biarin penduduknya selamat. Intinya, segala sesuatu ada risiko, baik kita mau akui atau pun bersikap denial. It is there, all the risks. Continue reading “(antitesis = opposite) soal internet”

Everybody has their own preferences. Respect them, respect yourself.

You know what, i think i need to stop “reacting” to things. Sejauh ini tulisanku selalu karena aku bereaksi terhadap sesuatu. Misalnya dari omongan orang, dari gimana diriku sendiri lihat diriku sendiri, dari media sosial, dari ini itu. Engga ngerti sebenarnya kenapa aku bisa seresponsif itu. Aku kira kayaknya aku benaran sudah sebingung itu mau ngapain lagi. (TULIS CERPEN, HANA, ITU YANG HARUSNYA KAMU LAKUKAN!) Continue reading “Everybody has their own preferences. Respect them, respect yourself.”

Explaining My Old(?) Works

Aku bakal selipin banyak sekali hasil comot-comot dari sekian cerpen yang udah kubuat. Kalau kalian penasaran sama fullnya, kasih tahu, biar aku masukin fullnya. Yang comotan disini purposenya cuma biar kita bisa dalam halaman yang sama, kalian paham apa maksudku, gitu.

Seperti yang kalian tahu, aku em, lumayan suka nulis. Dan sesungguhnya dulu lebih interest buat nulis fiksi gitu. Tapi lama-lama ngisi blog… Kemampuan bikin fiksiku jadi kayak pelan-pelan goes downhill, hahaha. Tapi sekalinya lagi ngide gitu ya, terus aku realisasikan, nanti sampe berhari-hari cuma bisa kepikiran itu dan kerjain itu doang. Selalu ga paham gimana kerja otakku. Continue reading “Explaining My Old(?) Works”