COTTON CANDY, CURHAT, EXCITED, FANGIRLING, LIFE DIARIES, LIFE IS TOUGH, MY WAY, NEW THING, UNYU-UNYU STORY

pkk universitas dua hari!

Setelah Senin yang mestinya rehat dan bobo banyak tapi kuhabiskan mengerjakan tugas pra-pkk fakultas (yang mana ternyata detilnya salah, jadi aku mesti ngulang sedikit, and i actually cried last nigh waktu tau mesti ulang, tapi yasudahlah, belajara bersyukur!), Selasa Rabu habis buat pkk universitas. Continue reading “pkk universitas dua hari!”

EXCITED, LIFE DIARIES, UNYU-UNYU STORY

udah siap jadi istri orang!

Liburan (re: selama nganggur) ini aku ketemu hobi baru! Jemur pakaian sama lipatin pakaian (engga nyetrika ya, lipat doang). Rasanya… bahagia >< It kinda relaxen(?) me a bit, jadi yah, dibanding sibuk main hape atau mantengin notbuk/komputer berjam-jam karena engga ada kerjaan lain, mending jemur pakaian dan lipatin satu-satu. Lumayan juga kan, nambahin modal buat jadi istri orang, ehe. AYO SINI ISTRIIN AKU(?) Continue reading “udah siap jadi istri orang!”

LAGI BIJAK, LIFE DIARIES, Uncategorized

berbagi

Aku rasa perihal berkat, rezeki, keuntungan, semua itu kayak hadiah-hadiah kecil yang punya satu ruangan tersendiri dalam sebuah rumah.

Ada sebuah rumah sederhana. Di dalam rumah itu terdapat banyak ruangan-ruangan yang masing-masing beda fungsinya. Ada ruangan untuk positivity, ada ruangan untuk negativity, ada ruangan untuk kepintaran, ada ruangan untuk kesusahan, ada juga ruangan untuk berkat.

Setiap berkat atau rezeki atau keuntungan yang kita terima (entah itu memang hadiah dari Tuhan, hasil kerja keras, semuanya) ibaratnya kayak satu kado yang dibungkus cantik banget. Setiap kita juga tentu punya keinginan untuk mendapat lebih banyak seiring waktu berlalu, itu makanya kita simpan semua berkat itu ke ruangan berkat di rumah kita masing-masing. Sampai akhirnya kita terus-menerus menyimpan dan menyimpan.

Suatu waktu nilai ulangan kita sempurna, maka satu kado bertambah ke dalam ruang berkat kita. Di lain waktu, seseorang tiba-tiba memberi kita hadiah; ucapan terima kasih katanya. Maka satu kado kembali masuk ke ruang berkat.

Perihal berkat, rezeki, dan keuntungan, menurut aku kayak berusaha memenuhi sebuah ruangan penyimpanan. Yang mana kalau kita tutup terus pintunya, berkat di dalam tentu engga tumpah dan jelas, kita merasa “bahagia”. Tapi gimana kalau suatu saat limit penyimpanan ruang berkatnya udah mencapai batas? Apa yang harus kita lakuin?

Bagiin berkatmu, rezekimu, keuntunganmu, buat orang lain. Istilahnya itu…sirkulasi berkat.

“Itukan punya aku, kenapa aku harus bagiin ke orang lain? Nanti berkurang dong punya akunya.”

NO! Justru saat kamu ngebagiin berkat kamu untuk orang lain, maka akan ada space di ruang berkatmu, yang mana artinya akan ada tempat untuk berkat baru lagi. Semakin besar space di ruang berkat kamu, semakin banyak berkat baru yang bisa kamu terima.

Jadi kalau kamu punya berkat, rezeki, jangan lagi ragu-ragu untuk berbagi, jangan menahan diri untuk tidak menyalurkan rezeki tadi. Biar ada space tersedia di ruang berkat di rumah kamu untuk nampung berkat baru 😉