hotline curhat

Di malam inagurasi kampus (pertengahan September kemarin), karena lelah menunggu jam pulang (haha), aku berakhir cerita-cerita sama temen-temen sekelasku. Karena aku kan lulusan 2017 ya, otomatis anak-anak pada dibawahku (tapi ada yang lebih tua juga dong, hahay~). Terus ya, gitu, kita pada tukar cerita soal gimana bisa sampai kuliah di kampus sekarang ini. Continue reading “hotline curhat”

Aku ga disayang ya?

Setelah jadi kakak buat tiga orang adik selama em, kurang lebih sebelas tahun; jadi kakak buat dua orang kurang lebih empat belas tahun; jadi kakak buat satu orang selama kurang lebih tujuh belas tahun; aku bisa bilang aku cukup berpengalaman jadi kakak (kalau yang begituan ada, lol). Ditambah gimana pola pikirku yang terus berkembang, lebih kurangnya aku udah ngeh dan ngerti sulit senang, pahit manis, hitam putih, hambarnya jadi seorang anak. Continue reading “Aku ga disayang ya?”

jadi…? /lower case intended/ -throwback

everything happens for a reason. bahkan saat kejadian itu kamu rasa tidak menguntungkan pun, ada sesuatu yang Tuhan lagi usahakan buat kamu. meskipun rasanya sangat sakit, sebenarnya ada yang lagi Tuhan kerjakan buat kamu. you just have to give your all to Him. percaya kalau Dia hebat dan kamu layak untuk bisa saksiin kehebatan Dia. He is good to all of us, rencana dan masa depan indahnya Tuhan itu buat semuanya, you just need to wait a bit more. Continue reading “jadi…? /lower case intended/ -throwback”

berbagi

Aku rasa perihal berkat, rezeki, keuntungan, semua itu kayak hadiah-hadiah kecil yang punya satu ruangan tersendiri dalam sebuah rumah.

Ada sebuah rumah sederhana. Di dalam rumah itu terdapat banyak ruangan-ruangan yang masing-masing beda fungsinya. Ada ruangan untuk positivity, ada ruangan untuk negativity, ada ruangan untuk kepintaran, ada ruangan untuk kesusahan, ada juga ruangan untuk berkat.

Setiap berkat atau rezeki atau keuntungan yang kita terima (entah itu memang hadiah dari Tuhan, hasil kerja keras, semuanya) ibaratnya kayak satu kado yang dibungkus cantik banget. Setiap kita juga tentu punya keinginan untuk mendapat lebih banyak seiring waktu berlalu, itu makanya kita simpan semua berkat itu ke ruangan berkat di rumah kita masing-masing. Sampai akhirnya kita terus-menerus menyimpan dan menyimpan.

Suatu waktu nilai ulangan kita sempurna, maka satu kado bertambah ke dalam ruang berkat kita. Di lain waktu, seseorang tiba-tiba memberi kita hadiah; ucapan terima kasih katanya. Maka satu kado kembali masuk ke ruang berkat.

Perihal berkat, rezeki, dan keuntungan, menurut aku kayak berusaha memenuhi sebuah ruangan penyimpanan. Yang mana kalau kita tutup terus pintunya, berkat di dalam tentu engga tumpah dan jelas, kita merasa โ€œbahagiaโ€. Tapi gimana kalau suatu saat limit penyimpanan ruang berkatnya udah mencapai batas? Apa yang harus kita lakuin?

Bagiin berkatmu, rezekimu, keuntunganmu, buat orang lain. Istilahnya itu…sirkulasi berkat.

โ€œItukan punya aku, kenapa aku harus bagiin ke orang lain? Nanti berkurang dong punya akunya.โ€

NO! Justru saat kamu ngebagiin berkat kamu untuk orang lain, maka akan ada space di ruang berkatmu, yang mana artinya akan ada tempat untuk berkat baru lagi. Semakin besar space di ruang berkat kamu, semakin banyak berkat baru yang bisa kamu terima.

Jadi kalau kamu punya berkat, rezeki, jangan lagi ragu-ragu untuk berbagi, jangan menahan diri untuk tidak menyalurkan rezeki tadi. Biar ada space tersedia di ruang berkat di rumah kamu untuk nampung berkat baru ๐Ÿ˜‰

Last update in 2016 #Welcome2017

Selamat hari Jumat! Gimana liburan minggu ini, ngapain ajaa? Gara-gara sesuatu, aku jadi harus selalu bangun pagi selama liburan, kecuali hari Minggu :((( Padahal aku tidurnya jam sebelas-dua belas terus… Lucunya sebenarnya tiap jam sembilanan, aku udah wanti-wanti diri sendiri buat tidur cepet. Tapi selalu keterusan nonton video sama baca wattpad :’) Maafkan aku wahai wajah, kantong mata makin hari makin parah ._. Continue reading “Last update in 2016 #Welcome2017”