Flash Fiction: Mau Bilang Apa Lagi?

“Ya udah, kalau gitu kita berhenti aja.” Continue reading “Flash Fiction: Mau Bilang Apa Lagi?”

Advertisements

Flash Fiction: break-up

Kupikir kita akan bertahan lama. Bukan ekpektasi yang muluk-muluk, setidaknya lebih dari tiga tahun. Mengingat bagaimana antusiasnya kamu soal hubungan kita, bagaimana besarnya mimpimu kalau lagi bicara soal kita. Tidak sekali dua kali aku meringis mendengar begitu cerianya suaramu kalau sudah begitu. Dulu kupikir itu berlebihan. Kamu terlalu yakin kalau kita akan bisa berjalan sejauh itu. Sampai akhirnya aku jadi ikut terbuai omongan dan mimpi indahmu. Continue reading “Flash Fiction: break-up”