tips temenan!

Ever since i learned a lot, especially about our society in its (bad) shape, i can not read stories (as in novels and wattpad) or watch films like i used to. Misalnya gimana aku nanggapin penokohan sebuah karakter dalam cerita itu, kayak, “kok masih mau lanjutin hubungan mereka sih, padahal ini toxic banget” – yang mana aku pikir kalau aku baca hal yang sama dulu-dulu bakal biasa aja.

Terus aku juga punya tendensi untuk em, apa ya, just like how i wish people like what i like, i wish people understand and know shits like mine. Mungkin karena aku suka merasa susah terkoneksi sama orang kali ya, jadinya gitu, maksain biar berasa punya temen, haha. Karena tendensi ini, aku cukup hati-hati dan milih-milih temen (sorry for not being sorry).

Beranjak dari itu, salah satu advice yang (tiba-tiba) aku (kepikiran) mau sampaikan adalah betapa pentingnya untuk cross check orang-orang di sekitar kita, apakah mereka bawa hal baik atau malah sebaliknya, apakah dengan berteman sama mereka kita bisa merasakan sesuatu yang apa ya, positif(?) atau tidak. Ini bukan cuma karena aku pemilih dan mau kalian jadi pemilih juga, tapi penting untuk ga biarin diri kita jadi lebih buruk atau stagnan dengan cara ya itu, surrounding ourself with goodness.

Toh, dengan menjadi pemilih ga bikin kamu jadi buruk. Pada akhirnya tiap orang bakal nemu lingkungan macam apa yang mereka nyaman dan mau. Ujungnya bakal bentuk groupies masing-masing. Kalau ga selektif, akhirnya temenannya ga nyaman, ya mending ga usah punya temen lah! Friendship macam apa yang bikin kamu ngerasa terintimidasi dan ga bisa ekspresiin dirimu secara bebas? Friendship sehat apanya kalau kamu ga bisa terkoneksi dengan orang-orang itu dan bisa saling pahami satu sama lain?

Buatku, namanya hubungan sosial itu pasti menyusahkan dan disusahkan – ada saatnya kamu yang bikin repot temenmu, disaat yang lain kamunya yang direpotin temen. Sekali lagi, kalau kamu ga enak hati, terus jadi punch bag temen, atau giving terus, giving terus, hubungan kalian ga seimbang, lama-lama berat sebelah dan jatuh. Begitu juga kalau kamu terus-terusan yang accepting, temenmu yang bakal ngerasain beban berat temanan sama kamu. Itu makanya buatku, persahabatan, sahabat, dua itu adalah sesuatu yang em, sacred dan profound, sesuatu yang adalah bijak kalau i don’t mess with. Sama kayak perasaan semacam cinta atau hubungan kayak pacaran, mereka itu super duper mega ultra meaningful if done right.

Temenan juga soal komitmen. Lanjutan dari paragraf sebelumnya soal nyusahin dan disusahin, kalau kamu engga komitmen sama hubungan pertemanan kalian, pasti susah untuk rela hati dan tulus pas disusahin dan engga sungkan untuk nyusahin.

Terakhir, percayalah, benar-benar tidak ada satu orang pun di dunia ini yang sempurna. Kamu engga sempurna, temenmu juga tidak. Jadi ya, gitu. Present the best version of you, bukan the best of you. Kalau the best of you, kamu bakal cuma kasih baik-baiknya aja, padahal kan mustinya jujur. Jadinya best version of you, artinya kamu yang benar-benar kamu, kamu yang merepresentasikan kamu, apa adanya kamu yang berusaha to make the whole relationship work. Kamu yang meski punya celah sana sini, siap untuk berjuang demi hubungan persahabatan itu tadi.

Celemotan banget postingan hari ini ya, tapi ya gimana, aku mudah terdistraksi emang, huhu.

Minggu depan aku udah balik ke Surabaya:( Sedih. Aku harap harga tiket turun, jadi aku bisa reschedule penerbanganku. Kalo ga salah paling terakhir 4 jam sebelum penerbangan deh. Senin kemarin aku cek harga yang tanggal aku mau harganya jatuh dong, beda seratus ribuan doang sama yang aku beli. Tapi terus pas telepon mbak di call center, katanya liatnya harga yang normal, jaidnya harga itu ga valid. SEBEL, i got excited for nothing, hueeee:(((

But yeah, i’m looking forward to the busy life. Aku baru sadar kalau bulan tenangku cuma Desember, astaga:) Engga apa, Hana, kamu bisa!

Kalian yang masih sekolah atau kuliah atau kerja juga semangat terus yaa! Kadang ngerasa lelah dan mau berhenti itu wajar kok, ya udah, istirahat aja dulu. Kayak yang pernah aku posting dulu banget juga, kalau ragu, ya berhenti dulu aja buat mikir dan tata lagi. Ga apa-apa kok, jangan keburu-buru. Masing-masing kita punya pace sendiri, jadi jangan ngerasa terbebani banyak ya.

Sampai ketemu minggu depan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s