gamau balik:(

Aku belom tulis buat minggu ini, dan ini sudah Senin, dan lebih dari itu, minggu ini aku balik ke Surabaya:) I DON’T WANT TO GO BACK THERE AND LIVE ALONE BUT LIFE AIN’T GOING MY WAY. Me is sad and devastated, but then, who cares?

Nilai selama semester kemarin udah keluar…

Jadi ceritanya selama liburan ini aku tidur jam dua pagi, bangun jam setengah enam, tidur lagi sampai jam dua belasan. Terakhir aku cek, katanya web lagi dalam pengembangan sampai Selasa kemarin, jadi aku ya, tenang tidurnya. Pas bangun, grup kelas terisi dengan notif bahwa KHS (rapornya kuliahan) sudah bisa diakses! Hilang ngantuknya, aku langsung nyalain notebook…

Seperti yang kalian tahu, aku mudah nervous, HAHAHA. Jadi aku liat nilainya pelan-pelan, pake cara pas aku cek pengumuman SBM kemarin – layarnya ditutup, diturunin perlahan.

Urutan pertamanya mata kuliah Agama. Aku mah, kalem kalo yang ini. Karena kan, UTS kemarin buka buku, terus UAS-nya juga aku sih tidak merasa goblok banget pas ngerjain. Puji Tuhan walopun menurun (ya pasti lah, dari buka buku jadi tidak, hehe), dapat A.

Terus dibawahnya Pancasila. Serius ya, aku takut sekali ngulang mata kuliah ini… Apalagi kemarin tugas akhir sebelum UAS-nya agak gimana. Jadi aku degdegan mau lihat nilainya. Mampuslah, aku pokoknya ga mau ketemu dosen yang sama lagi, apalagi dengar-dengar semester 2 ini, beliau ngajar juga… Yakali dua kali seminggu ketemu beliau, belom siap lahir batin aku, huhu. Pas lihat dan tahu engga ngulang, udah, kelar, bebanku luruh, hahaha.

Sisanya baik-baik saja, syukurnya. Engga ada yang ngulang, puji Tuhan.

Demikian.

Semoga saja semester 2 ini IP-nya stabil :”)

For real, aku punya masalah dengan mempertahankan. I ain’t a keeper. Aku ngerasa lebih mudah untuk mencapai karena aku tipe yang cuekan kalo soal itu. Kayak kalo ulangan ya, aku belajar sekuatnya aku (yang mana artinya ga niat-niat amat kecuali aku seneng sama materinya, plus ga bisa lama-lama), kerjain yang aku bisa kerjain dan aku agak yakin sama jawaban yang bakal kutulis (aku tidak terlalu berteman dengan ‘mengambil risiko’), terus yaudah, tungguin hasil.

Nah, kalo itu hasilnya buatku memuaskan, baru deh, gemes, mikir gimana caranya aku bisa pertahanin itu. Kalau pun aku turun, jangan sampe jatuh banget. Intinya asal ga dibawah ambang batas, aku oke. Well, kecuali kalau aku udah terlanjur berambisi, hahaha (jarang terjadi, just so you know).

Beranjak dari pembahasan soal KHS, aku ingin bilang kalau akhir-akhir ini aku kepikiran sesuatu. Bukan hal baru, tapi engga kelihatan sama sekali ujungnya sampai sekarang.

Aku kesulitan menemukan teman cerita, maksudku yang benar-benar bisa bikin aku nyaman banget berbagi soal apapun, dengan cara bagaimanapun, pokoknya aku bisa cerita bebas. Tidak tahu bagaimana ceritanya aku terjebak disini lagi, intinya aku kesulitan. Aih:( Selalu ada yang buat aku hold back dan akhirnya ya gitu, simpan aja sendiri, diskusi aja sendiri dalam kepala. Dan aku lelah begini.

Jadi aku kemari aja deh ya… Aku tuh udah greget banget, diribetin sama diri sendiri (beneran ya, aku ini problematik banget!).

Seperti yang sudah kalian tahu, aku ini yang paling tua dijejeran anak-anak papi mami. Dalam lingkungan keluarga, kupikir adalah alamiah untuk letakin lebih banyak tanggung jawab pada yang lahir duluan dan bakal makin berkurang ke bawah. Ditambah lagi karakterku yang… i’m such a softie for almost everyone. Aku bisa bilang kalau aku ini sejenis people pleasurer, aku senang kalau bisa bikin orang lain senang dengan yang aku lakukan. Aku engga mau ada yang kecewa, atau sedih, atau negatiflah pokoknya, karena apa yang aku lakuin.

Setelah apa yang terjadi sebelumnya, aku belajar untuk tidak begitu lagi. I live for myself, engga seharusnya aku biarin orang lain netapin standar untuk hidupku. Satu yang harus aku paham betul hanya bahwa God finds me precious, udah, titik.

Selama satu semester kemarin, aku bisa bilang kalau aku tidak begitu berjuang, AHAHAHA. Tapi entah gimana, Tuhan percayakan aku dapat nilai yang cukup bagus. Bayangkan betapa makin merasa tidak layaknya aku :’) Ya tapi bersyukur, toh nilaiku ini juga buat Dia. Karena aku yang paling tahu gimana aku bobroknya dalam berusaha, aku ngerasa ga layak, aku jadi ga bisa take credit, karena lagi-lagi, semuanya ya, karena Dia, buat Dia, Dia yang kerjain buatku. He’s the mastermind of my life.

Yang jadi bebanku adalah gimana oran tua, mami khususnya, begitu ingin aku bisa dapat beasiswa.

NIH YA, AKU DAPAT NILAI BAGUS AJA SUKA MERAGU, TERUS DIBILANGIN SOAL BEASISWA SEGALA MACAM… Aku yang benci jadi tempat orang letakin harapan ya, jadi gimana. Belum lagi beasiswa ga cuma soal nilai, tapi juga keaktifan di kampus. Aku musti kayak gimana ini:”””)

Aku ingin banget bisa bilang, “jangan berharap Hana bisa dapat deh, Hana ga pinter, ga cukup pinter untuk beasiswa”, tapi akhirnya aku cuma bisa diem aja.

Di satu sisi, aku berpikir begini. Yang jadi concern dan akhirnya bikin mami berpikir aku sebisanya(?) kejar beasiswa kupikir adalah karena persoalan finansial (karena aku mundur setahun, ketika aku di tahun terakhirku nanti, adekku yang kedua bakal samaan kuliah, dia masuk semester 1). Engga ada masalah finansial berarti sejauh ini, bukannya artinya Tuhan itu ga lepas tangan? Dia bakal cukupin semuanya dengan caranya Dia, gatau lah aku gimana caranya. Jadi kayak, beban yang aku rasain ini tuh, sesungguhnya tidak penting…

Tapi disisi lain, kalau ditanya aku khawatir engga soal finansial rumah? Khawatir banget. Aku juga mau bisa bantuin, seengganya tanggungan untuk aku bisa terhapus atau sedikit lebih ringan. Aku mau, mau banget.

Ah… Tidak tahulah.

Aku sempat kepikiran cari kerjaan part-time yang deket kampus, soalnya aku kan bobo di asrama. Tapi kalo kerjanya sampe malam, aku juga kepayahan (selain karena jam malam asrama, juga soal manajemen waktuku). Aku sempat tertarik untuk ngajar les, tapi juga aku merasa aku ngesok banget, maksudnya kayak aku sekolah juga nilaiku biasa aja… Kadang ditanyain adekku juga, aku suka gatau. Terus juga aku suka kesulitan untuk keluarin isi pikiranku, menyuarakannya itu lho, susah buatku.

Ah… Tidak tahulah. (2)

Minggu depan kuliah lagi, huhu… Harus semangat, liburnya nanti lama soalnya, hahaha. Sheneng kalo mikir libur, padahal gabutnya tidak tertahankan. Kayak sekarang. Kupikir senangnya karena aku bisa di rumah sih, bukan soal liburnya.

Sampai ketemu minggu depan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s