nilai decent meskipun tampang ga memadai

Masih ingat tidak, aku bikin postingan soal gimana biar kamu kelihatan baik depan orang tuamu? Nah, kali ini aku mau tulis sejenisnya, tapi lebih ke gimana biar manage nilaimu supaya bisa stay decent (seengganya lulus KKM deh), meskipun kamu slengekan dan sleboran, kayak daku, HAHA.

Jadi kita ada mata kuliah Pengantah Ilmu Hubungan Internasional kan. Peraturannya adalah, sebelum kelas mulai, harus kumpul jurnal, isinya ulasan soal materi hari itu. I was actually struggling so bad at first, karena biasanya aku kan nulis ya, informal gini buat blog, bukannya yang baca referensi, pahami, lalu tulis rangkuman dan analisaku gitu. Tapi Tuhan baik, jadi ya gitu, hasilnya ga buruk-buruk amat.

Yang jadi pressure setelah nilai pertamamu baik adalah gimana caranya pertahanin itu sampe titik terakhir! Aku kepikiran parah waktu kerjain jurnal ke-dua dan seterusnya. Satu-satunya yang jadi concernku adalah gimana biar aku stay di level sekarang. Aku agak seneng karena jarang buatku bisa semangat kerjain sesuatu semacam itu, tapi di sisi lain, aku merasa terjebak dalam “nilai”, dan aku sedih. Karena dari dulu, aku selalu tipe yang ga terpengaruh sama itu, paling ya, sekali lewat aja. Remedial udah berapa kali coba aku pas SMA? Banyak. Tapi kalem, biasa aja. Kali ini aku agak, em, takut untuk turun nilainya. Kupikir pengaruh takut gagal:’) JANGAN TIRU YA, KALIAN SEMUA BUKAN A FAILURE, PERCAYALAH.

Jadi gimana caranya sejauh ini aku manage untuk dapat penilaian bagus di tugas itu?

Pertama, kerjain. Simpel, tapi susah minta ampun, tahu aku juga. Tapi memang ga ada cara lain selain itu. Kalau kamu keburu ke-discourage duluan karena ngerasa tugasnya susah, atau tugasnya ngeberatin kamu, ya, ga bakal kelar, jadi apa yang bisa dinilai? Kerjainnya juga beneran kerjain, kerjain yang pake hati. Jangan kayak aku yang udah kepikiran duluan soal nilai, GA BOLEH! Assignment exists not only for the sake of your score, tapi juga buat ya, kembangin dirimu itu lho. Kamu yang awalnya ga tahu jadi tahu, jadi paham, jadi mengerti. Kamu yang tadinya mungkin cuek aja, bisa jadi peduli. Intinya kembangin dirimu!

Kedua, lebih baik lelah sekarang supaya bisa hepi liat hasilnya daripada sekarang hepi dan hasilnya bikin lelah hati. Jadi, berkorban itu baik, selama tetep perhatikan kesehatanmu juga. Bergadang itu ga apa sesekali, kalau memang mendesak. Tapi kalau bisa dicicil, ya bagus dicicil kaaan? Toh, jadinya waktu luangmu berasa lebih berharga, seolah kayak reward, hehe.

Ketiga, kalau ga tahu ya tanya yang lebih paham. PIHI kita punya asdos, sebut saja mas olshop. Mas ini angkatan 2015, kalo ga salah. Nah, kalau kita ada yang ga dimengerti, ya tanya mas ini. Kayak misalnya jurnalnya mesti diisi apa dan dengan bagaimana penyampaiannya. Atau spesifikasi gimana yang harus tercantum, segala macam. Pokoknya kalau ga tahu, TANYA! Sama temenmu aja pun, gas. TANYA, TANYA, TANYA!

Keempat, jauhin distraksi. Pas belajar, ya beneran belajar, jangan hapean:( Ini susah sih tapi, aku juga soalnya mudah sekali terdistraksi, bahkan saat bukan lagi belajar pun. Tapi usaha:( Jangan kalah dong, dari gadgetmu itu. Kamu pemenang!

Kelima dan yang paling penting, kamu harus paham gimana caramu bekerja, dengan kata lain, kenali cara belajarmu. Kalau aku pribadi, beragam sih, cara belajarnya, memang sesuaikan dengan situasi dan kondisi akunya juga. Ada waktunya aku butuh tulis rangkuman, ada waktunya aku bisa dengan cuma dengar aja, ada waktunya aku bisa cukup dengan kerjain tugas, begituan. Nah, karena untuk tugas jurnal ini aku butuh baca referensi, aku harus buat kondisi paling pas untuk dukung aku bisa baca dengan optimal, bacanya ga cuma baca tapi bisa ngeh juga isi bacaannya. Jadi aku sekalian jalan, sekalian tugas kelar, sekalian pelajaran masuk.

Aku pribadi sih ya, seringkali jurnalnya kelar di hari Minggu, meskipun sesungguhnya materi dari awal masuk sudah dikasih. Karena ada bagian dariku yang ga bakal gerak tanpa adanya tekanan, hahaha. Jadi mesti mepet gitu. Tapi dalam beberapa kasus, misalnya kerja kelompok untuk mata kuliah Pengantar Ilmu Politik, aku lebih nyaman kelarin sehari sebelum, jadi besoknya pas hari pengumpulan ga ada beban. Sekali lagi, lihat situasi dan kondisi juga, hehe.

Kalau kalian ngerasa kesulitan belajar, saranku ya, kerjain yang nomor lima itu dulu. Caranya dengan eksplor segala jenis cara belajar. Banyak lho, misalnya podomoro(?), atau dengan flashcard, segala macam deh. Mungkin berkorban beberapa kali, karena style belajarnya ternyata ga bisa kamu terapin (kayak aku dulu, karena belum tahu cara belajar, aku sempet remedial berapa kali). Sama kayak, kamu berusaha cari tahu posisi nyamanmu gimana, gitu.

JANGAN MAU KALAH SAMA NILAI MERAH!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s