belajar jadi orang

I have experienced a lot of new things within my two months stay in Surabaya. Mungkin karena baru pertama, semuanya rasa baru dan ya, baru. Kalian yang tahu segimana mager dan malasnya aku (terlebih Haris dan Cindy), pasti terkejoed tahu betapa aku tidak malas lagi disini, HAHA.

Aku sempat mau gabung UKM musik, bahkan udah daftar dan bayar registrasi segala macam. Tapi kemudian waktu berjalan, dan ternyata kita mesti diklat (sejenis itu deh pokoknya), dan itu pasti keluar uang. Aku engga merasa ingin keluarkan uang untuk itu, so yeah, menurunkan minatku untuk gabung. Pada akhirnya aku engga ikut kelas-kelas sharing lagi deh. BYE~~

Sekarang ini lagi persiapan untuk event dari jurusan, Model United Nations (MUN). Aku iseng ikut daftar panitia, penasaran dan pengen nyoba jadi LO gitu. Interview kan, terus nunggu. Eh, lusanya apa ya, keluar pengumumannya. Dan karena kuotaku tuh, suka ngadat kalau load gambar, aku greget nunggunya. Jadi aku beli pake pulsa dengan kartu sim lainnya. JEJENG! Masuk, gengs, puji Tuhan. Jadi deh, aku LO. Tapi karena pendaftaran belum tutup, kita belum ada job gimana. Paling rapat segala macam, udah deh. Berdoa aja semoga ga kemakan malasku ya! (yang minat MUN dan siap ke Surabaya atau mungkin domisili sekitar Surabaya, hayuk ikutan! langsung ke instagramnya ya, di vestmun)

Terus juga awal Oktober kemarin, aku ikut acaranya dari FPCI (pokoknya itu organisasi ke-HI-an, lupa panjangnya apa), untuk kunjungan ke konsulat jenderal Jepang di Surabaya dalam rangka peringatan 60 tahun kerja sama diplomatik Jepang-Indonesia. Kita duduk dengerin soal gimana hubungan antara Jepang-Indonesia, terus dengerin sosialisasi beasiswa ke Jepang (cari yang namanya MEXT gaes! full scholarship buat D2, D3, S1, S2, S3!).

September akhir, aku main sama temenku ke mall jebolan sini (jauh dari kampus sih, tapi penasaran, jadi ya, gaskan). Kita tersesat, karena sama-sama bukan asli sini dan di sini itu cuma karena keperluan kuliah. Cape sih, tapi ya, lucu:)

Aku pikir, kepribadianku berkembang disini. Entah apa yang berbeda, tapi intinya berkembang. Rasanya pelan-pelan aku em, menemukan bagian dari diriku yang kupikir aku ga punya, atau bahkan bukan aku banget. It was thrilling, exciting, tapi juga ya gitu. Badanku agaknya sudah sedikit lelah. Sinusitisku bangun, jadi tiap malam sama pagi habis bangun, rasanya agak perih di belakang hidungku(?). Cuma ya, yasudahlah, sudah byasa~

Kalau dibilang aku happy disini, ya, ga salah. Tapi kalau ditanya pilih Jambi apa disini, ya tetep Jambi, HAHA. My home is there. I spent my early adulthood there. Temen-temen favoritku pada aku temuin dari sana juga kan, awalnya. Aku SMA disana juga. Pokoknya ya… I like it better in Jambi.

Ah, kalkulasiku meleset tapi. Kupikir UTS cuma seminggu, ternyata dua minggu:) Liburan naik semester nanti bakal terlambat dua minggu deh, sedih. Mungkin baru bisa pulang pas pertengahan Desember, huhu. Ga apa deh, yang penting aku pulang!

Kemampuan bahasa Jambiku makin tergerus, hem. Beberapa kata memang mirip sih, tapi tetep aja, tergerus. Kadang kalau keceplosan, aku pake bahasa Jambinya, tapi karena cuma aku yang paham, jadinya ya, sedih, lol. Tapi kemampuan bahasa Jawaku sudah naik level sediiiiiikit. Aku bisa paham kalau mereka ngobrol, tapi masih rasanya canggung kalau aku mesti bahasa Jawaan. Paling banter aku pake logatnya aja, hehe.

Selamat weekend!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s