sembilan belas, HAHA

Tahun lalu aku bilang apa sih, di note ulang tahunku disini? Did i even… write anything at the time? :’)

Tahun ini jadi pertama kalinya aku ngerayain ulang tahunku sendirian, hehe. I bought my own present too, plus orang rumah kirimin paket juga (yang sesungguhnya tidak perlu, karena ya, aku udah siapin untuk diriku sendiri, tapi terima kasiiih).

A lot of things happened this year and i am amazed by all of His works. Despite me being such a shitty human-kind, He still loves me. Sebobroknya aku, Dia tetap engga nyerah sama aku. I am grateful, dan sesungguhnya ingin sekali bisa sharing soal ini ke orang lain, khususnya yang lebih muda dari aku, supaya mereka engga kayak aku. But i can’t find the courage to do so, dan selalu rasa… em, ga layak (well, i am, actually). Jadi yah, sok, Tuhan mau gimana.

Tuhan, satu hal yang paling Hana pikirkan adalah… Hana ga tahu harus gimana sekarang. Hana masih kesulitan mau berperasaan macam apa, berpikiran kayak apa, semuanya terlalu abu-abu. Hana mau bisa nikmatin itu, tapi… kok ya, susah :’) Sama satu lagi, Hana juga masih ga tahu mau kasih proposal mimpi macam apa ke Tuhan. Karena… ya, ga ada mimpi gimana-gimana, Hana cuma punya tujuan jangka pendek-pendek dan klise, semacam IP semester ini. Kemarin-kemarin Hana bilangnya ‘mimpi Tuhan jadi mimpi Hana’ kan ya? …Apa Hana tetap harus pikirkan proposalnya atau ya udah, jalanin aja?

Terima kasih untuk semua pensil warna yang udah nyoret di buku gambar delapan belas tahunku. Warna apa pun kalian, aku bersyukur bisa jadi media buat kalian tunjukin warna itu. Jadi, terima kasih.

Teruntuk Hana yang delapan belas kemarin, terima kasih udah sok kuat dan sok tegar, HAHA. Tahun depan ditingkatkan, karena hidup pasti bakal makin ga karuan. TAPI! hidup boleh ga karuan, kamu tetep harus kul kayak kulkas, yang kalo ketemu orang nyapa, senyum, lambai-lambai (orang mah, cukup lihat kamu yang ceria macam anak anjing); tetep jadi Hana yang bersinar dengan caranya sendiri. Makin kedepan, kamu bakal makin banyak ketemu orang, jadi belajar untuk tingkatin kemampuan interpersonal kamu, hidup isinya ga cuma kamu dan lawan bicara yang jumlahnya satu atau dua. Sama coba lah, hapalin nama temenmu :’) Walopun mereka hafal kamu karena kamu berisik dan cuma satu, tolong hargai usaha mereka itu, ya.

Teruntuk Hana yang sekarang sembilan belas… CIYE, TAHUN DEPAN UDAH DUA PULUH AJA /mampus:)/ Em, ga malasnya tolong tingkatkan ya. Kalo bisa, KALO BISA, coba kurangi ceriwisnya. Jadi kul, inget! Kalo laper tinggal makan, mau pipis ya tinggal ke toilet, jangan banyak mikirin yang ga perlu dipikirin, sayangku. Jangan banyak sungkan, orang-orang udah tahu kamu segimana bobrok, ga usah sok malu-malu. Kata Cakra, kamu kiyut, jangan lupa. Kata Wiwid juga, kamu murah senyum, jangan lupain juga. Jarang soalnya dipuji, HAHA.

Teruntuk kalian yang masih setia baca blog, SAMA-SAMA:) Hidupku lebih drama dari novel dan opera sabun, jadi banyak sabar, HAHA. Terima kasih, sudah menemani delapan belasku, waktu aku lagi segitu jatuhnya dan ga punya pegangan. You guys rock!

Dua puluh, udah punya pacar ya, Na? HAHA:’) Jangan deh,

 

 

 

calon suami aja sekalian, he.he.

Kamu mah, sayangi diri sendiri aja dulu lah ya, sama sayang Tuhan, sama sayang anjing juga, sama sayang Bangtan, sayang sesama(?)

Eh, tapi kalo punya pacar kan, sayang sesama manusia, yakan? HAHA:)

Selamat Sembilan Belas, yang-jiwanya-suaranya-macam-anak-lima-tahun!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s