dunia rasa kebalik pas dibilang pengumuman maju jadi jam tiga

Heyyo, kali ini kalian dapat suguhan curhat dariku. Kenapa? Karena rapuh~ /siapa yang masih ingat itu tagline?/ Hehe, karena memang kali ini sesi curhat, jadi ya, terima saja. Yang nulis, toh, sama juga kayak biasa.

Oh, sebelumnya, ada kabar baik. Akhirnya aku melepaskan wattpad dari handphoneku, demi LINE yang versi ringan karena aku perlunya itu sekarang :’) Sudah, demikian berita singkatnya.

Jadi 3 Juli kemarin itu akhirnya penantian panjangku berakhir, iya, hari dimana pengumuman kelulusan SBMPTN keluar. Awalnya beritanya jam lima sore baru bisa buka, tapi kemudian jam dua lewat, pas aku lagi tukar pesan sama sesama pejuang, dia bilang pengumuman dimajuin jamnya jadi jam tiga. Kemudian selanjutnya aku degdegan, itu kayaknya momen paling menegangkan sejauh delapan belas tahun hidupku. Rasanya tiba-tiba gila.

Jujur saja, ada bagian dari diriku yang berharap bisa lulus. Wajar lah ya, manusiawi. Tapi inget katanya jawab semua jangan ada yang kosong, aku jadi takut – karena aku hanya jawab yang aku bisa, itu pun entah benar entah tidak. Ditambah ketakutan lainnya karena aku pernah em, sengaja gagalin diri dan berakhir menyakiti orang lain dan diriku sendiri, aku jadi kesulitan untuk membayangkan kalau-kalau aku lulus.

Serius, gara-gara aku keluar kemarin itu, aku jadi super anxious soal masa depanku. I know i shouldn’t, tapi benar-benar tak terkendali lagi. Rasa takut itu memang menyeramkan, menjalar dan mengakar dalam bukan main. Setiap aku ngerasa takut, selalu ada sedikit dari diriku berusaha untuk ingatin aku supaya engga kemakan rasa takut itu, tapi selalu juga tetap kesulitan.

Yang memperparah adalah sifatku yang tidak tahan dengan ketidakpastian. Tiga bulan lebih belajar (itu pun aku sadar engga maksimal), dua bulan terombang-ambing, semalaman kesulitan tidur. Kalau dianalogi dengan hubunganku dengan temanku, sebulan ga kontakan aku pasti engga gitu peduliin dia lagi, dan ini dua bulan, dobel. Aku anxious parah.

Aku mesti apa kalau ga lulus kali ini? Aku mau kemana kalau ga lulus? Aku jujur saja, belum siap kerja. Aku harus gimana kalau ternyata ekspektasiku benaran cuma ekspektasi? Aku engga siap lihat orang tuaku jatuh lagi karena tingkahku.

(akhirnya aku mengerti maksud Jungkook saat dia bilang dia ga pernah rasa kesulitan selain waktu dia lihat abang-abang dia di grupnya lagi having hard times)

Malamnya aku engga bisa tidur. Aku udah bikin cape badanku, sengaja banyak gerak malamnya. Sok-sokan cari dance tutorial lagunya Red Velvet yang Red Flavor, lol. Aku udah bisa bagian intro, ngomong-ngomong, hehe. PALGAN MAT! Lanjut, sampe akhirnya aku tidur jam dua lewat.

Pas 3 Julinya, aku udah rancang hariku. Aku bakal tidur lagi sampe jam dua belasan, lalu buka puasa, kemudian setengah jam sebelum jam lima sore aku bakal doa, lalu buka jam setengah enam, kalau lulus aku nepatin janjiku ke Tuhan, lalu malamnya ikut papi mami buat resepsi nikahan anggota komsel mereka. Tapi kemudian dimajuin jam tiga dan aku tak punya persiapan apa-apa. Seketika panik mendera.

Ditengah-tengah sama-sama panik, aku dengan polosnya masih bisa kirim pesan ‘nanti jam setengah tiga sampe jam tiganya kita doa ya, kamu disana aku disini, lalu jam tiga lewat sepuluh kita buka bareng hasilnya’. Puji Tuhan, itu doa setengah jam entah bantu entah engga, pokoknya aku senang aja ga lupa untuk doa dulu. Yang aku tahu, sekonyol apapun isinya, Tuhan dengar. Dia selalu punya waktu buatku.

Lama sebelum 3 Juli tiba, aku udah sibuk yakinin diri untuk tidak menangis setelah lihat hasilnya. Aku pikir itu agak berlebihan. Pokoknya lulus engga lulus ga perlu nangis. Lagian apa banget sampe nangis, ga manly(?).

Kemudian jam tiga lewat, aku buka web pengumuman. Karena tahun lalu aku pake webnya UNTAN dan ga perlu lama nyoba karena crashing, aku pakai web yang sama. Dengan gemetaran, aku masukin nomor peserta dan tanggal lahir (oh, tahun ini ga pake captcha, tinggal klik hasil). Lagi-lagi aku tutupin layarnya pake kertas, haha.

Kemudian dengan takut-takut aku turunin kertasnya. Sungguhan, aku engga tahu harus gimana kalau disitu ada tulisan ‘jangan menyerah’ atau sejenisnya. Waktu kertasnya benaran udah turun sepenuhnya, aku cuma bisa baca nama kampus yang aku incar. Lalu mekik kencang (padahal ada temen adekku lagi main di rumah, huhu, malu). Tebak selanjutnya apa?

Aku nangis 🙂 Iya, nangis.

Sambil sesegukan, aku buka camera handphoneku, mau fotoin kirim ke grup keluarga. Tapi kemudian aplikasinya ngecrash, haha :’) Jadi engga kufoto, cuma capture screen.

Lalu masih dengan sesegukan, aku vn ke grup keluarga, lol, konyol itu. Tapi kayaknya ga kekirim apa ya, haduh :’) Kemudian masih sesegukan juga, aku vn ke grup oreo. Dan kayaknya vn juga ke temenku itu. Kemudian aku kirim chat ke grup ayam (isinya aku, michelle, owen). Lalu sesuai janji, aku chat Ain juga. Kemudian Jesslin.

Lalu aku lihat lagi layarnya dan buka web lain. Hasilnya tetap sama, jadi aku mekik lagi. Tahu ngga sih, kalian, aku nangis macam orang sesak napas, terus dilihatin sama adek-adek cowokku dua-duanya :’) Darren ketawain aku :’) MALU AKOO.

Kemudian aku mandi lagi (keringatan karena gugup), lalu ke gereja. Tadinya Michelle mau nyamper ke gereja setelah aku kelar doa, tapi ada ketidak pintaran Michelle, jadi ga jadi, haha. Yang konyol lagi, pas sampe gereja itu ada yang lagi ngisi menara doa dan pintunya dikunci apa ya? :’) Aku akhirnya duduk depan ruangannya dan doa disitu.

Sebelum aku mau ke gereja, papi pulang kerja. Waktu papi bahkan belum buka pintu rumah, aku udah buka duluan dan pamerin capture pengumuman yang aku print (mestinya kasih minum… haduh). He looked… okay, i guess? Mari tidak overthink. Toh, kalau memang sudah terlampau muak, aku udah dikeluarin dari KK, tapi sampe sekarang engga tuh 🙂

Kelar doa, aku pulang. Sambil di jalan, aku liatin kiri kanan. Kayaknya ga banyak mikir deh, fokusnya sama koreo intro Red Flavor, lol. Lalu sampai rumah ternyata mami dan Cia sudah pulang. Ya sudah.

Sekarang lagi jam setengah satu pagi tanggal 4 Juli dan kadang aku masih terbata napasnya, kayak kalau habis nangis lama. Tadinya aku ngantuk, tapi mau cerita sama kalian. Pas nulis, eh, ngantuknya lupa.

Aku engga ngerti kenapa Tuhan segitu baiknya sampai dia ga biarin aku rasain kegagalan. Padahal kupikir aku layak ditendang karena sudah bikin Beliau sulit – gemes banget pasti sama aku 😦 Aku juga sempat berpikir, tahun lalu aku dilulusin, bisa jadi kali ini engga. Tapi Dia malah lulusin lagi, bahkan di tempat yang paling aku incar. Ak benar-benar cuma bisa mengucap syukur dan say thanks, karena mau kukasih hidupku juga, hidupku kan udah punya Dia dari awal. Kasihnya Tuhan memang tidak terbalas, sedikitpun tidak bisa terbalas.

Walaupun waktu aku runtuh kemarin engga ada yang ajarin aku kalau aku bukan produk gagal selain diriku sendiri, walaupun kemarin yang paling bisa semangatin aku cuma aku, walaupun kemarin aku bangun diriku lagi sendirian, Tuhan engga lepasin tangan Dia dari ku. Dia tetap pegangin tanganku. Aku sering ngelonggarin pegangannya, tapi Dia malah makin erat genggamnya.

Aku sejujurnya merasa sorry, karena untuk saat ini aku engga bisa begitu berempati dengan teman-teman yang lagi kecewa. Aku… lagi tidak bisa ikut sedih meskipun aku ingin sekali berempati. Maafkan aku. Tapi yakin deh, kalau pintu yang satu ditutup, ada pintu lain yang Tuhan buka buat kamu. Kegagalan hari ini akan tergantikan keberhasilan di hari depan.

Aku masih engga kepikiran mau kerja apa setelah lulus nanti. Tepat waktu diriku mau mulai berkelana, diriku yang lain langsung blok jalannya. “Ya udah, kuliah aja dulu. Masa depan kan bukan bagianmu, bagianmu itu kerjain hari ini bagus-bagus. Nikmati saja. Engga tahu gimana kedepannya itu daya tariknya kehidupan.”

Terima kasih, selalu.

Advertisements

2 thoughts on “dunia rasa kebalik pas dibilang pengumuman maju jadi jam tiga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s