Tikus

Beberapa hari ini ada tikus abu-abu yang ukurannya ga normal (bikaus tikus jambi memang semua pada ga normal, they’re big af). Dia keliaran di dalam rumah. Setelah lama ga ada tikus nampakin diri, tikus itu membuat gebrakan baru dan bikin terobosan dalam sejarah pertikusan beberapa tahun terakhir.

Lalu suatu hari dia memutuskan untuk jadi bahkan lebih berani. Dia lari-lari di depan orang rumah. Sekali itu Papi dan Mami baru pulang dari kegiatan gereja. Dan tikus itu melintas. Cia dan Mami paling histeris; Cia karena dia takut dan Mami karena Papi ga gercep dan biarin tikusnya sembunyi. (i’ve been living this way, people, loud and noisy) Pada akhirnya tikus itu berhasil sembunyi. Dan dia juga gigit Pop Mie punya Mami yang disembunyiin di belakang sofa.

Gara-gara tikus itu, Cia jadi parno. Dia nge-gas banget kalau pintu kamar ga ketutup cuma sedetik aja. Bahkan saat orang yang buka pintu pun stay di depan pintunya, dia tetap nge-gas. “TUTUPLAH, NANTI MASUK TIKUSNYA!”, kira-kira kayak gitu.

Sedikit back story, sebelumnya beberapa kali ada binatang tidak jelas yang diam-diam menginvasi kamar kami. Kalau malam, dia bakal keluar dari persembunyiannya dan garuk-garuk sisi tempat tidur, dan Cia tidur di tepi kasurnya, jadi dia ya, sensitif soal hewan masuk kamar. Balik ke tikusnya.

Jadi aku mau keluar, ke kamar mandi buat sikat gigi. Otomatis buka pintu kan. Dan belum juga melangkah, sudah ada omelan dari belakangku. “Tutuplah pintu tu, nanti masuk tikusnya!” Dan really, aku annoyed sekali. I mean, i’m still there dan ga kayak mataku sesengklek itu sampai tikusnya bisa masuk tanpa izinku. She just needs to like, have patience a bit more, dang it. Jadi aku agak ngedumel masuk kamar mandi. Seriously guys, kamar mandi memang place of ideas!

Sambil sikat gigi, aku berpikir, ‘itu anak apa susahnya nunggu bentar sih’. Lalu kayak diingetin, ‘lah, lu juga hidup sabaran dikit napa? nikmati prosesnya bisa ngga? bawel banget jadi ciptaan’. DANG, aku tertampar mentally.

Iya ya… Tuhan itu yang punya kuasa buat hidup kita. Dia tahu apa yang Dia lakuin, dan really, butuh berapa lama lagi supaya selalu ingat kalau kerjaan Dia pasti luar biasa? Kenapa selalu ga sabaran? Kenapa ga bisa jalanin proses dengan tenang? Kenapa selalu worry over things? Ada guna ya, jadi begitu?

Ya sudah. Demikian cerita tikus dan diriku.

Salam sejahtera.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s