is it too late now to say sorry~

I was reading this fanfiction in wattpad when i reached to this line of “i’m sorry”. Tadinya aku ya, baca biasa. Lalu aku berkelana, oke, maksudnya pikiranku yang berkelana. Sampai aku mulai bertanya-tanya. What’s with this i’m sorry? Apa sebenarnya kata maaf itu penting? Tapi kenapa ga sedikit yang udah minta maaf pun tetap mengulangi hal yang sama? Jadi esensi maaf itu dimana? Continue reading “is it too late now to say sorry~”

(antitesis = opposite) soal internet

Apapun itu pasti ada antitesisnya. Mudahnya, risiko atau konsekuensi. Mau seberusaha apapun kita supaya risikonya kecil, tetap akan ada risiko. Kayak jadi pemadam kebakaran, itu pekerjaan mulia banget kan, tolongin orang. Tapi gimana kalau suatu saat petugasnya terjebak dan ada penduduk sama dia, dan cuma satu yang bisa survive, dia pasti biarin penduduknya selamat. Intinya, segala sesuatu ada risiko, baik kita mau akui atau pun bersikap denial. It is there, all the risks. Continue reading “(antitesis = opposite) soal internet”

22:57

Ingat ga sih, aku pernah bilang aku sebel karena cuma bisa doain temanku tapi ga bisa bantu kayak physically? Hari ini aku sadar, doa “doang” pun udah ada powernya. Lalu pas pulang doa Selasa dari gereja,  aku ngebet mau bicara sama Michelle, jadi aku buka Line. Eh, ternyata ada pesan dari Winda~ Dia cerita soal concern dia segala macam dan request supaya aku bahas. Continue reading “22:57”

21:57

Jadi aku lagi lihat-lihat Youtube (karena kapan aku engga lihat sih, lol). Lalu aku ketemu satu video lagu yang cukup sering dinyanyiin di gereja, What a Beautiful Name. For once aku kira itu lagu yang favoritku, ternyata aku ketuker judul, lol. Eh tapi, ada huruf korea disamping nama bahasa inggrisnya! Jadi aku klik aja. Dan ternyata beneran full diubah jadi bahasa korea. Continue reading “21:57”