kenapa orang pintar suka ga percaya kalau dibilangin pintar?

I think it’s kind of unfair how changes (or achievement in general) can be viewed differently based on how you were at the start. Mereka yang udah a thing dari awal, saat mereka kayak berubah dalam konteks mungkin lebih baik, lebih mature, lebih indah, bakal keliatan static dibanding sama perubahan dalam mereka yang awalnya nothing. Saat sesuatu yang dulunya engga dianggap, kemudian dia berubah jadi lebih baik, lebih mature, lebih indah, cenderung apa ya, kelihatan lebih wah gitu lho. Padahal sama-sama berubah, mereka sama-sama bergerak. Continue reading “kenapa orang pintar suka ga percaya kalau dibilangin pintar?”