Jagain Lamun sama si Duyung

Kalian tahu ngga, ternyata selain Bakau, ada tanaman lain yang bisa jadi penahan ombak laut! Namanya Lamun. Vibe dari namanya kayak gemulai gitu ya? Engga salah sih, soalnya karena dia tinggal di bawah air, memang suka lambai-lambai gitu, pengaruh arus.

Di Indonesia sendiri, Lamun ini persebarannya di daerah pesisir (ga di Indonesia doang sih, memang dia posisinya di pesisir begitu). Dan biasanya kedalamannya engga dalam-dalam banget, soalnya Lamun ini butuh cahaya matahari buat fotosintesis.

Untitled

Oh, Lamun sama rumput laut beda lho, ya! Kalau rumput laut itu jenisnya ganggang gitu, jadi dia cuma terdiri dari batang (gampangnya bukan tanaman seutuhnya). Sedangkan si Lamun ini dia memang tanaman sempurna, ada batang, akar, daun, bahkan bunga pun ada. Bahasa Inggrisnya Lamun itu seagrass, sedangkan rumput laut seaweed (iya ngga sih…). Pokoknya mereka beda.

Kerennya dari Lamun adalah meskipun persebaran dari keseluruhan perairan di Bumi ini cuma 0,2%, dia bisa serap karbon lebih dari dua kali yang bisa disimpan oleh hutan. Kapasitas dia serap karbon bisa sampai 83.000 ton/km2! Nantinya karbon yang dia serap dikonversi jadi biomassa buat makhluk hidup penghuni laut lainnya.

Ah, kenapa yang kecil dan kayak engga dianggap malah yang impact-nya gede, ya? Kalian jadi kayak Lamun aja, jangan kayak tong kosong (nyaring bunyinya).

Salah satu hewan yang hobinya nongkrong di Padang Lamun adalah Duyung! Bukan yang temannya kepiting yang nyanyi “under the sea~” tapi Duyung yang abu-abu, Dugong dugon.

Tahu ngga sih kalian, kalau ternyata Duyung itu saudaraannya sama Gajah, bukannya Paus, Lumba-lumba, ataupun Hiu? Aku baru tahu pas cari-cari referensi. Lucunya lagi, Bahasa Inggris-nya Duyung itu kalau diterjemahin jadi Sapi Laut… Mirip sih ya, gembul-gembul gitu, sama-sama makan yang hijau-hujau pula.

Antara keberadaan Duyung dengan tersedianya Padang Lamun ternyata punya keterkaitan yang penting

Nah, Duyung nongkrong di Padang Lamun buat makan daun atau rizomanya. Makannya lucu, ndusel dasar Padang Lamunnya. Tapi cara makannya itu justru yang bikin Padang Lamun jadi subur, kayak kalo petani cangkul-cangkul buat gemburin tanah.

Selain makan, Duyung juga biasa nongkrong disana buat main bareng sesama Duyung. Jadi Padang Lamun ini kayak playground mereka gitu.

88FYTQNY

Antara keberadaan Duyung dengan tersedianya Padang Lamun ternyata punya keterkaitan yang penting. Karena salah satu fungsi Padang Lamun sendiri itu menangkap sedimen dan ngendapin sedimen di dasar, jadinya airnya jernih, terus kualitas air bisa stay bagus. Lalu adanya Duyung ternyata salah satu bioindikator kalau ekosistem pesisir laut disitu masih terjaga kebersihannya. Jadi, Padang Lamun yang ada Duyungnya jadi penanda kalau ekosistem pesisir itu masih terjaga kualitasnya.

Tapi sayangnya, banyak masyarakat yang masih belum ngeh soal pentingnya kelangsungan hidup Duyung. Masih ada yang sengaja tangkap si Duyung buat dimanfaatin dagingnya (meskipun jelas dilarang oleh undang-undang). Bahkan ada yang beranggapan kalau air mata Duyung ini ada khasiatnya, katanya buat ramuan pengasih atau dijadiin pelet (dan aku udah cek ke internet, memang beneran ada yang jual beginian… padahal dari yang kubaca, itu cuma lendir untuk jaga kelembapan mata Duyung waktu lagi ngga di air). Ada juga yang tangkap buat ambil taringnya si Duyung. Gara-gara itu, pelan-pelan populasi Duyung jadi berkurang. Sampai-sampai sekarang statusnya si Duyung ini vulnerable atau rentan dalam IUCN Red List.

Di Indonesia sendiri engga cuma sekali ada berita soal penangkapan Duyung oleh masyarakat, entah sengaja maupun engga sengaja.

Terus juga ternyata keadaan Padang Lamun di Indonesia sangat mengenaskan. Luas Padang Lamun di negeri kita memang luar biasa, 1.507 km2, tapi hanya 5% yang kondisinya sehat. 85% dari sekian banyak masuk dalam kategori kurang sehat dan sisanya sebanyak 15% masuk dalam kategori tidak sehat. Belum lagi banyak kegiatan manusia yang juga berperan besar dalam buruknya keadaan Padang Lamun ini, misalnya reklamasi atau bisa juga karena aktivitas nelayan yang merusak (misalnya nangkap ikan pake bom).

jenis dan status lamun

Untungnya, sekarang-sekarang ini DSCP Indonesia lagi giat buat raise awareness masyarakat soal pentingnya jaga Duyung ini. DSCP sendiri itu kepanjangannya adalah Dugong and Seagrass Conservation Project, proyek konservasi untuk Duyung dan Lamun. DSCP Indonesia juga ngga kerja sendirian, tapi bersinergi dengan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, WWF-Indonesia, dan Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan IPB. Selain itu, penting juga buat kita sebagai masyarakat ikutan nyemplung dan ambil tanggung jawab buat kerja sama jaga kelangsungan Duyung dan lestariin Padang Lamun. Kan teamwork makes the dream work 😉

Salah satu yang bisa kita lakuin adalah share info-info (yang bener tapi ya!) soal Duyung dan Lamun dari DSCP Indonesia lewat media sosial kita. Lalu kalau ke pantai, jangan buang sampah sembarangan, inget! Aku udah pernah cerita kan, soal bahaya sampah di laut? (disini) Terus juga jangan ikut-ikut beli produk dari Duyung tadi, kayak misalnya air mata Duyung dan sejenisnya. Kepercayaan masyarakat soal begituan (ingat, kalau mau sukses itu ya, kerja keras dan percaya diri) bawa luka buat keberadaan Duyung, kasihan.

Terus kalau misalnya kalian tinggal di daerah pesisir begitu dan lihat ada Duyung terdampar, atau ada yang mati begitu, langsung laporin ke yang berwenang. Begitu juga kalau misalnya lihat ada pencemaran begitu di Padang Lamunnya, langsung lapor juga.

Sedih ga sih, kalau suatu saat benaran hilang Duyungnya? Dan itu hilangnya bukannya kayak kita ga bisa usahain biar ga hilang, gitu. Banyak yang berjuang buat pertahanin, tapi banyak juga yang ga acuh. Kan sakit. Jangan sampe perjuangan banyak orang sia-sia karena ketidak pedulian kita. Kayak udah pedekate lama, jadiannya malah sama temen kita. Kan sakidh.

teamwork makes the dream work!

Jadi, ayo, jaga sama-sama! Padang Lamun dan Duyung terjaga, laut kita lestari.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s