Gundah Gulana-nya Tanggal 8 Mei (1/3)

Halo. Ini ditulis tanggal 5 Mei, H-3 SBMPTN πŸ™‚ Eh, iya kan ya? Kan ujian tanggal 8, dari lima ke delapan kan tiga(?). Pokoknya tanggal 5 Mei, malam minggu, sambil whatsapp sama temenku sesama pejuang.Β  Ini sebenarnya engga penting, tapi aku deg-degan banget, jadi mikir, mungkin kalau ditumpahin ke tulisan bakal agak faedah deg-degannya, hehe. Jadi ini bakal kayak ga ada tujuan selain kurangin nervous-nya aku. CIYE JADI PELAMPIASAN AKU, hahaha.

Biasanya aku kalo udah ke-dua atau ke-tiga atau ke yang lainnya sesudah satu, aku ga bakal begitu deg-degan. Well, kecuali buat presentasi depan kelas, yang itu selalu punya sparks tersendiri. Tapi kalau misal remedial begitu, aku engga nervous. Sayangnya kayaknya kali ini ga berlaku, apalagi karena masa lalu yang em, gimana ya, retak(?). Ya, walaupun engga secara langsung ke SBMPTN sih, akunya aja yang baper.

Em, tadi aku berdoa kan, habis belajar dan selesaiin to-do lists hari ini. Notbuk-ku nyala sih, nyalain spotify buat temenin baca buku sebelumnya. Lalu aku tiba-tiba pengen lagu yang Christ is Enough, jadi ya, ya sudah πŸ™‚ Lalu aku berdoa. Tadinya biasa aja, ya, doa. Bilang makasih, sebutin kriteria suami, bilang aku mau gimana, minta kemurahan Tuhan, gitu-gitu. Lalu tiba-tiba baper(?), lol. Jadi aku menangis πŸ™‚

Tuhan yang bawa kita ke mana-mana, Dia yang stopin langkah kita, tapi Dia ga bakal pernah biarin kita jalan sendiri.

Pas menangis, karena di rumah pada pergi, cuma ada aku dan Devone, dan dia lagi di kamar mami apa ya, intinya ga di ruang tamu yang deket sama kamarku kan, jadi aku ya, agak bersuara. Sampe terisak-isak, hahaha. Pas doa em, aku teringat lagi yang lalu-lalu. Maksudku yang lalu-lalu itu ga cuma soal kebaikan Tuhan yang β€œoh, aku udah begini, aku begitu” tapi juga soal prosesnya.

Buku yang kubaca sebelumnya itu ada kasih statement begini. Tuhan yang bawa kita ke mana-mana, Dia yang stopin langkah kita, tapi Dia ga bakal pernah biarin kita jalan sendiri. Pas baca aku sih biasa aja, cuma yang, β€œkan, Hana, resapi bagus-bagus!” Nah, pas doa ternyata dipukul telak, hehe.

Tapi ya, diingat lagi, yang bikin aku tercekat sampai menangis itu bukan karena susahnya aku pas setengah tahun lalu. Bukan soal gimana hancurnya hatiku karena bentrok sama orang tuaku awal tahun ini. Bukan soal gimana aku engga bahagia kuliah yang kemarin itu. Tapi soal udah sejauh apa Tuhan bawa aku sekarang.

Tadinya aku engga ngerti Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosio, tadinya engga ada yang aku bisa. Tadinya Ekonomi jadi kayak Matematika Dasar, sesuatu yang aku ingin lewatkan, Sejarah juga. Tadinya aku ga tahu siapa Gramsci dan ngapain dia, apa kontribusi dia buat Sosiologi, bahkan aku ga tahu ada yang namanya Gramsci. Atau ada apa dengan Kabinet Sukiman sampe mesti bubar, atau bahkan soal apa bedanya sungai di hulu dan hilir. Tapi sekarang aku ngerti lho, aku paham. Aku udah tahu apa itu kebijakan moneter ekspansif dan pengaruhnya. Aku tahu nama lima pulau di Jepang, tahu di pulau yang mana ada Fukuokanya. Aku tahu kalau prasasti Nalanda itu punya Sriwijaya. Aku tahu siapa pengganti Daendels dan kenapa dia ditarik ke Rusia.

Dan semuanya ga mungkin aku pahami, aku ngeh, aku ketahui, tanpa pertolongan Tuhan. Walaupun sering kalau pas doa suka takut-takut, Tuhan denger ngga ya doaku, gitu. TAPI DIA DENGER, GAES, SEBODOH APAPUN ISI DOAKU, SEKONYOL APAPUN CARAKU DOA, DIA DENGER. Dia ga cuek kayak aku, engga ga peka kayak aku.

Selain itu aku sediiiikit teringat betapa merasa berdosanya aku, tapi lalu ya, aku cuma bisa say thanks karena walaupun aku ga layak, buat Dia aku ini berharga πŸ™‚ Bam!

Eh, apa kalian tahu gimana caranya bikin teks jadi italic atau bold atau bahkan strikethrough di whatsapp? AKU TAHU, hehe. Semua karena Cindy. Dia suka chat pake bold, aku bingung dan ingin bisa juga, tapi dia ga kasih tahu. Jadi semalam itu aku cari di gugel, lalu kami jadi perang begitu, lol.

Sekarang udah jam sebelas, tapi aku masih awake πŸ™‚ Engga minum kopi kok, tenang saja. Sebenarnya ngantuk tapi masih pengen nulis.

It is freaking annoying waktu kamu lihat temenmu struggling and you can not do anything to help them, selain lewat omongan.

Temanku yang ikut SBMPTN juga kasian. Dia kuliah kan, dan menurut rumor, tanggal 8 nanti itu hari ujian mereka. Sedih mengingat betapa kami sama-sama ribet soal SBMPTN tahun ini. Walaupun tahun lalu ada Michelle sama Owen yang temenin, kali ini rasanya beda.

It is freaking annoying waktu kamu lihat temenmu struggling and you can not do anything to help them, selain lewat omongan. Duh, doa bisa sih ya. But still, it’d be even better kalau hasilnya cepat muncul. Ah, kamu mesti belajar rubah yang satu itu, Hana πŸ™‚

Soal penilaian baru seleksinya, idgaf πŸ™‚ Mau ada minus, ga ada minus, aku jawab yang aku bisa aja udah, ga mau nebak-nebak. Apalagi mengingat aku bukan penebak yang benar, kan aku ga peka. Jadi ya sudah. Aku cuma bikin kayak target pengerjaan gitu, jadi Sejarah kerjain berapa minimal, Geografi berapa, gitu-gitu. Kalau ada yang sangat memungkinkan untuk kutebak, kayak aku tahu dan ngerti isi pilihan lainnya, ya, aku usaha :’) Tapi kalo akuntansi… Aku liatin aja deh, lol.

Kalau takut… Em, lebih ke takut soal karena aku ga tahu hasilnya bakal gimana sih ya (ya pasti lah, aduh). Tapi ini lagi usaha biar ga gitu mikir banyak soal gimana hasilnya, pokoknya aku kerjain yang aku bisa deh. Aku sih, bilang ke Tuhan, kalau aku ga mau selesai kerjain nanti sibuk nyesal karena ga belajar, tapi maunya mungkin satu dua soal nyesek karena aku salah ingat, lol. Tapi ya, kalau bisa bener ingatnya dan aku kerjain banyak dan itu memang kemampuanku, why not? I’d love to!

Aku agak bingung sih ini. Besok ibadah kan, aku mau yang ibadah pagi jam tujuh, siang jam setengah sepuluh, atau mau ikut setengah satu kayak biasa. Sedikit dari hatiku mau nya ibadah pagi, jadi sisa hari bisa belajar, lalu Senin ga usah banyak belajar, kerjain soal aja. Tapi jam segini aja aku belum tidur πŸ™‚ Sekarang setengah dua belas omong-omong.

Aku kesal sama diriku sendiri. Sejak beberapa kali suka cek stat, aku jadi kayak banyak berharap dan ga se-free sebelumnya. Jujur saja, aku sediiiikit sedih kalau lihat viewnya sedikit, padahal kan harusnya engga gitu. I write for the sake of myself, kenapa harus jadiin angka view sebagai sebuah em… apa ya, itu deh. Pokoknya kurangi lihat stat!

Sudah seribu kata, tapi juntrungannya entah kemana.

Sebenarnya aku belajar agak menyimpang. Aku kan mau ikut SBMPTN, tapi yang aku pelajari soal SIMAK πŸ™‚ Agak bego, tapi SIMAK susah say, lebih susah dari SBMPTN, jadi kayak otakku mikirnya, β€œkamu pelajarin yang susah banget, jadi nanti yang lainnya bisa ngeh”. Dan yah, jujur saja, karena belajar dari SIMAK, aku bisa sediiiikit akuntansi. Kayak… em, apa namanya itu, aset lancar, aktiva lancar, debet, kredit. Asal ga lupa dan kebalik-balik ya, Na, kamu kan suka gitu πŸ™‚ /throwing shade to myself/

Sebelum-sebelumnya aku belajar dari SBMPTN tahun-tahun lalu sih. Paling tua mungkin UMPTN tahun 1991, lol. Tapi itu soalnya dikit, kayak cuma 40 apa ya? Tapi ya, lumayan buat belajar kan. Tapi sedikit dariku agak merasa bego juga, karena kayak, soal SBMPTN tahun ke tahun pasti beda, apa faedah belajar punya tahun lalu. Tapi sedikit yang lain bilang karena dengan cara ngerjain soallah kamu bisa paham. Jadi ya, sudah. Kerjain aja.

Dari akhir Januari, mungkin tanggal 29 apa ya, aku sudah kerjain banyak. Banyak TKD sih, dibanding TKPA. Sesungguhnya aku agak malas baca teks di TKPA sana, jadi ya gitu :’) Tahun lalu aku beli semacam map isinya enam puluh folder plastik bening. Tadinya kupikir bakal kebanyakan. Tapi sekarang sudah penuh dengan hasil aku kerjain soal! /lowkey bangga, lol/ Bahkan beberapa aku kerjain lebih dari sekali.

Yang susah dari belajar mandiri tanpa bimbel adalah source soal yang terbatas. Iya, di internet banyak, tapi percayalah, kuncinya pada ngawur :’) Aku selalu ingin menangis lihat sumber a dan b berbeda :’) Dan try out kalau mau yang offline di kotaku… sulit :’) Padahal aku nyamannya offline, engga online. Banyak elus dada aja udah :’)

Tapi lihat! Despite keribetan yang ribet itu, aku udah melangkah sejauh apa.

Walaupun… sebenarnya aku engga terus belajar. Maksudku kayak, aku engga yang sampe sepuluh jam belajar begitu. Aku mau kalau aku bisa. Masalahnya attention span-ku pendek, dan aku bukan tipe yang bisa belajar begitu, lama sampe berjam-jam. Makanya ini lowkey agak ga siap hati kalau materi yang keluar diluar jamahanku… Sesak.

Udah lah ya, mau naik singgasana πŸ™‚

Besok nyoret random lagi, hehe.

BISA, BISA, BISA!

Advertisements

6 thoughts on “Gundah Gulana-nya Tanggal 8 Mei (1/3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s