delapan belas menuju dua puluh!

Hey! I’m old enough to get married now, hahaha.

I feel so blessed that i have so many friends and they all shower me with love. For once in my lifetime, hari ini aku bisa bener-bener rasain dan sadar akan kasih Tuhan lewat orang-orang di sekitarku. For once i know how it feels like being loved , selain dari keluarga –well, my friends are my another family from now on.

Jujur aja, beberapa bulan terakhir aku ngerasa ditinggalin Tuhan. Aku ngerasa aku sendirian, aku ngerasa tersesat banget. Seberapa keras aku berusaha buat hilangin perasaan kayak gitu dengan mikir  kalo ini cuma pemikiranku doang, tapi perasaan itu remains there. I feel empty. Dengan manusiawi aku berpikir kalau Tuhan pelan-pelan abandon aku karena i’ve been such a bad kid these past months. Aku juga terus-terusan nyalahin diri sendiri karena engga menghargai kebaikan Tuhan dan kesempatan-kesempatan yang Tuhan kasih. Sejujurnya aku lagi di posisi terendah saat ini. I start to stop working hard and that annoys me a lot. I know i can do better but i can not bring myself to do so.

All of this time, aku selalu berpikir kalau aku cuma beban buat semua orang. Aku cuma mentimun di nasi goreng, kalo ada ya dimakan, engga ada ya ga masalah. Tapi beberapa minggu terakhir aku mulai gain kepercayaan diri, kalau aku juga dicintai, ada orang yang butuhin aku, ada orang yang ngehargain keberadaan aku dan anggap kalo aku ini penting. And i can’t help but feel happy for that, and grateful buat mereka yang bikin aku merasa kayak gitu.

I can’t mention each of you guys, jadi mohon maaf dan maklum yaa.

Terima kasih Cindy (biasanya Ndi, kali ini spesial, haha), pagi-pagi udah bikin nangis :’) Terima kasih usahanya, selamat, kamu berhasil. Terima kasih juga untuk sekutu Cindy, Mba Michelle (yang ngebet dipanggil Grace-_-). Terima kasih untuk kesediaannya bikin anak orang nangis malam-malam. It’s kinda funny that both of you guys stated hal yang sama, untuk jadi bahagia, hahaha. I am happy, am i?

Teman sepermainan, teman bolos kuliah, teman makan baru (Ndi, aku punya banyak teman makan baruuu, nanti kalian mesti kenalan!), teman ketawa-ketawa, teman terniat dan terajin seumur hidupku; Lidia (teman yang emosian, hahaha), Melisa (yang tampang kalem tapi ternyata tukang emosian juga), Petrina (teman yang ketemu di RSJ, lol), Nanda (yang suka bereaksi berlebihan dan selalu bikin aku mikir kalo dianya lagi nangis, hahaha), Thasia (yang paling sering ditebengin, hihi, teman sebangku pertama!), Ronald (yang kukira bener dan beres dan ternyata tidak sama sekali, yang tatapannya mancing emosi terus), Billi (yang kalo rambutnya panjang jadi keliatan buluk, lol), Sia (yang paling beres diantara sejumlah manusia di dunia ini), Jelijeli (yang hobi liatin kakak kelas, hem), Shania (JEKETII!), terima kasih 🙂 Kalian bikin aku bersyukur dan makin bersyukur sama Tuhan, walaupun kadang dosa karena bikin anak orang emosi (iya kan, Lid?) HAHAHA.

Teman sepermainan lainnya, yang ternyebelin diantara yang ternyebelin, Karina Anak Ayam 🙂 Kamu orang pertama yang bikin aku ngerasa aku dedek banget, makasih lho ya. You remind me of Owen, but a bit better karena you like SoShi, lol. Tidak terpikir sedikitpun kalau yang aku kira arogan pas awal-awal malah jadi temen rusuh kayak gini. Selalu, selalu, selalu, bikin emosi (jadi kayak Lidia aku lama-lama, duh). Terima kasih untuk nama Iman yang kamu sematkan sehingga seperempat populasi kelas ikut panggil Iman 🙂 You’re that kind of friend that everyone dreams for, tapi sayangnya aku engga mimpiin hal yang sama, you’re such a nightmare for me. Aku lebih tua, jauh lebih tua, okay? (dia hobi banget ngelus kepalaku lalu bilang “dedek, dedek” ga sadar diri) You treat me so well and i feel grateful for that.

Teman sepermainan lainnnya, terima kasih juga untuk kalian. Teruntuk semua yang nyempetin ngucapin, nyelametin, terima kasihku untuk kalian. Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

Haris, Gigix, Winda, Agnes, Stefany, Iona, Jesslin, Irene, semuanya yang adalah bagian dari masa terindah dalam hidupku (re: SMA), thanks a lot, terima kasih masih mau peduli dan perhatian. All the best for you guys 🙂

Hari ini benar-benar roller coaster, dan aku bahagia 🙂

Terima kasih untuk tawa dan cerita yang kalian bagi denganku. Makasih, Lidia, udah bikin aku jadi ikutan emosian, hahaha. Tadi sengaja mancing-mancing Lidia pas nungguin kelas sore karena bosan, berakhir ngakak dengan sakit perut.

I learned a lot from you guys, kalian semua mengagumkan dengan cara kalian masing-masing 🙂

Teruntuk Johana Imanuella, Hana, Iman, yang baru saja menginjak umur delapan belas tahun, hiduplah dengan baik. Kedepannya pasti bakal ada banyak rintangan dan hal-hal sulit, banyak yang bikin kamu emosi kayak Lidia, banyak hal yang mau engga mau mesti kamu jalanin supaya bisa dewasa, banyak hal baru yang menunggu untuk dieksplor, banyak pergolakan emosi yang bakal kamu alami. Tapi percaya deh, sesulit apapun rasa kamu, semenyesakkan apapun rasa kamu, kamu bisa, kamu bisa. Sampe nangis kejer pun, jangan pernah nyerah; berhenti pasrah untuk berjuang buat sesuatu yang jadi kemauan kamu, be a bit ambitious. Kamu itu di atas rata-rata, jadi berhenti melihat diri sebagai makhluk terendah di penjuru dunia ini.

Iya, kamu punya tanggung jawab untuk jadi panutan buat tiga manusia-manusia kecil di belakangmu, tapi engga berarti kamu mesti maksain diri. Tiap orang punya lapangan mereka masing-masing, ladang masing-masing untuk bertumbuh dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Bajak aja sawah sendiri, kecil pun awalnya, kalo telaten bakal punya seluruh sawah di desa, just be a bit patient.

Hana yang delapan belas tahun, terima kasih untuk tidak menyerah di usia tujuh belas. Terima kasih untuk setiap pencapaian yang kamu raih, untuk tiap senyum yang merekah pada orang lain karena kamu, untuk tiap rasa terima kasih dari orang lain karena kebaikan hatimu, untuk tiap pemikiran dan sikap yang walaupun suka absurd tapi berharga, terima kasih untuk kerja kerasnya. Engga ada satupun dari itu semua yang sia-sia, semuanya berharga dan penting.

Hana yang delapan belas tahun, teruslah hidup seakan kamu sedang di SMA. Live every moment gratefully dan dengan tulus hati. Berhenti bilang iya kalau hatimu tidak ingin, berhenti senyum kalau suasana hatimu memang sedang tidak baik, berhenti takut untuk tunjukin siapa kamu sebenarnya. You’re full of talent dan potensi, jangan sia-siain itu semua.

Hana yang hari ini sudah lebih tua dibanding kemarin, berhenti suka menunda. Banyak proyek cerpen yang belum kelar, ingat dan jangan lupakan mereka. Mereka udah merengek-rengek minta dikelarin.

Hana yang kemarin, terima kasih untuk dua jam kencan sendiriannya. Rasanya menyenangkan meski dompet tipis, hihi. Bisa nyanyi-nyanyi tanpa peduli orang lain, berjuang untuk mimpimu, jalan-jalan, refleksi diri, semuanya seru. You can have fun even when you’re alone, and that’s fine.

Hana yang sekarang delapan belas, stop worrying over things you don’t know yet 🙂 It’s part of the surprise, so just sit back and relax, enjoy the ride!

Hana yang sudah delapan belas, semoga kedepannya bisa lebih ekspresif dan engga banyak malu-malu lagi. The world is yours, takut apa lagi?

Jangan lupa, kemanapun dimanapun, God is always by your side.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s