FLASH FICTION, Uncategorized

72 words

“We can fix this.”

Hera menggeleng lalu mengusap wajahnya gusar, “pokoknya aku mau kita putus,” ujarnya sambil berusaha menekan amarahnya. “Ra, please. Putus itu bukan solusi yang terbaik,” raut memelas kentara terlihat di wajah Dio, “kenapa mesti putus kalo bisa diperbaiki?” Hera menatap Dio tak percaya, “lalu menurut kamu bertahan itu keputusan terbaik? Ha, terbaik… Terbodoh baru iya!” Tanpa bicara apa-apa lagi, Hera bangkit dari duduknya dan segera melangkah pergi meninggalkan Dio.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s