#TEAMBAPER / DEWASA / FANGIRLING / LIFE HACK

Love does need reasons

press the play button!

I personally believe that love does need reasons. Even after reading so many novels, i still think that love does need reasons. Call me shallow but i think…people who think love doesn’t need further explanation nor reasons are…fools.

Cinta itu butuh alasan, butuh dasar. Tanpa pondasi ini, cinta itu bukan cinta. Cinta tanpa mau peduli masalah alasan adalah seperti ingin hidup tanpa perlu bernapas. Simply stupid. How can we believe the words ‘i love you’ saat orang itu engga bisa kasih evidence dengan sekedar menjawab pertanyaan why. Itu tuh kayak percaya sama berita hoax, baseless rumour.

Aku bukannya terlalu realis, tapi cinta memang harus realistis. Berhenti berpikir tentang cinta in the dreamy way. Life indeed is beautiful but still, it has its ups and downs, ada banyak flawsnya. Saat cinta engga perlu alasan, maka engga ada alasan pula untuk kamu marah saat dia yang bilang ‘i love you’ pergi tanpa meninggalkan penjelasan tentang kepergiannya sedikitpun. Give-and-take things 🙂

Semuanya perlu yang namanya dasar. Dalam hal cinta, alasan adalah dasarnya. Tanpa alasan, cinta engga bisa muncul. Bahkan alasan yang rasanya sepele pun tetap disebut alasan.

We need reasons for love because us human has the urge to live within certainty. We hate uncertain things and ignore them. And reasons simply fulfil our urge of having certainity. Funnily, too many people often forget about their natural habbit of living with reasons.

Saat alasan itu berganti dengan hal lain, find another thing to be loved. As i have said before, if you love something, you’ll worked your butt off for it. Mencinta itu sesimpel jatuh di lubang yang sama karena alasan yang bervariasi. Di suatu saat kamu jatuh karena ceroboh, di saat yang lain kamu terperosok karena terburu-buru, di saat lain lagi mungkin kamu kembali jatuh karena tidak sengaja terdorong. At the end of the day, kamu ada di dalam lubang itu lagi.

Justru waktu engga punya alasan lah, kita bisa stop gitu aja suatu hari waktu nemuin hal lain yang lebih. Itu makanya manusia rentan selingkuh, selain karena sulit puas, dasar mencintainya suka engga ada (cinta tanpa alasan). Waktu kamu bilang kamu cinta A tanpa alasan, suatu saat ketika kamu bertemu B dan membandingkannya dengan A dan mendapati kalau B lebih begini begitu, you will leave A.

Dan truth is…cinta itu sugesti. It is all start from your mind. Belajar menerima dan nyaman dengan keberadaannya. Saat kamu terjatuh, tapi bisa berpikir kalau rasanya tidak sakit sama sekali, that is how love works. Kalo kata orang tuh ya, mati rasa.

Banyak orang yang elok rupanya berseliweran. Banyak dari mereka yang pintar. Tak sedikit pula yang baik hatinya. Tapi hanya satu yang berhasil menempati hatimu. Semua karena kamu bisa menerimanya dan mau biarin pintu itu terbuka. Kalau kamu ketemu orang pertama kali, lalu dia senyumin kamu manis banget, tapi kamu engga buka hati untuk dia, mana bisa kamu jatuh untuk dia? Mau sampai senyumnya tahan berjam-jam, kalau engga ada alasan untuk kamu bisa buka hati, mana masuk.

Lalu bagaimana mungkin bisa jatuh untuk mereka yang telah dikenal lama? Karena perasaan nyaman dan merasa…diterima. Kita manusia selalu saja perlu penerimaan dan pengakuan dari orang lain. Itu makanya sahabat jadi cinta adalah lumrah. Dan nyaman dan merasa diterima itu alasan untuk bertahan.

Aku pribadi berpikir kalau yang namanya pernikahan itu seperti menjalankan sebuah kewajiban sekaligus menerima hak. Kewajiban karena di Alkitab emang tertulis begitu, menikah itu amanah. Hak karena menikah itu bagian dari pilihan hati, boleh nerima atau engga, mau jalanin macam apa, dan seterusnya. Kadang kalau liat pasutri yang udah nikah lama tapi masih lovey dovey (re: kayak mami papi), aku suka amazed dan berpikir ‘i want to be like them someday’.

Untuk bisa terus jatuh cinta dengan orang yang sama, atau bahkan cintanya nambah terus, adalah sebuah pilihan yang jelas sulit dan ga gampang. Bisa kayak gitu sejujurnya merepotkan dan yah, untuk manusia kayak aku yang cinta simplicity, sangat menyusahkan. Tapi banyak pasangan memilih untuk berlelah-lelah ngelakuin itu semua. Simpel, karena mereka cinta dan merasa perlu berjuang (like i said in my latest post about love). Karena mereka punya alasan untuk bertahan, yaitu mau belajar setia. Itu alasan lho, guys.

Jadi, plis ya, jangan bilang cinta pake alasan itu bukan cinta, at least di depan aku. I give no permission to say that in front of me.

Love DOES NEED reason.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s