COTTON CANDY, UNYU-UNYU STORY

Selamat Hari Sumpah Pemudaaa!

Hey, are you guys doing just fine? Hang in there a little bit more, christmas is coming real soon! :)) Walaupun lebih dulu datang ujian semester sih huhu.

Last Saturday was real huge for me. Did i tell you guys that our school’s choir got into the porseni competiton? That i was tired and not feeling well last Friday due to tire from the vocal practices? Guess what, i’m completely healed by the Saturday morning and got a bit sick again after i reached my bed after the competition, haha. Maybe it was because i overslept, lol. My body can’t lie anymore that when it met the fluffy bed, kesadaran hilang xD

Okay, jadi ternyata yang ikut porseni untuk paduan suara tahun ini ada dua puluh satu sekolah di kota Jambi (mestinya ada sekitar tiga puluhan, but some of them didn’t come so it reduced to twenty one) dan nomor urut maju kita adalah delapan (lucky number!!). At the same day, edu fair was held in the school, so we got no supporter karena seluruh SMA diwajibkan buat datang *so saaad*. That’s why i told my mom to come and watch us, haha.

Awal-awal acara sih, kita masih pada jaim, kalem-kalem kayak yang lainnya. Tapi setelah kompetisi selesai dan kita menunggu juri buat bikin keputusan, we showed our real selves xD Jadi ada satu kakak alumni SMA 5 kalo ga salah inget, terus dia dipanggil buat nyanyi di depan. Waktu kakak itu maju sih, kita biasa aja. Tapi kakaknya nanyi lagu Agnes Monica yang kita rata-rata pada tau. So we ended up swaying our hands right to the left and sing laong to the chorus, hahaha. And when she reached the high note, we scream like real loud and YEEEEAAAH! Serius keren banget itu kakak! KARNA KU SANGGUUUUP, WALAU KU TAK MAUUU~ Hahaha.

What’s funny about the team is that they had so much hope and high expectation that we will win and going back to school with at least the third position (and i doubt that at the beginning, because it just that when we have high expectations, they end up being just a dream). Dengan berimannya kita nunggu sampe peserta ke dua puluh satu dan ikut mini konser tadi kare kalo pemenang ga present disitu, posisinya bakal digeser, dan all of us thought that we will win *what a glorious thought.

Sampai akhirnya tibalah saat-saat yang kita semua tunggu, pengumuman pemenang. Si bapak yang bacain pemenang pertamanya bacain rules(?) yang panjangnya menyaingi panjang lirik lagu yang kita nyanyikan (what kind of comparison is this). Seriusan, itu bapak hilangin seperempat deg-deganku, tergantikan dengan pikiran, ‘kapan ini bapak bacain pemenangnya siiiih’ xD Kemudian akhirnya beliau selesai membacakan undang-undang(?), beliau mulai nyebutin something like, ‘pemenang ketiga diraih oleh peserta nomor kosong…DELAPAN’.

At that time, all of us were like, ‘OTOKEEEE, OTOKEEE!!’, lalu loncat-loncat dan teriak-teriak (i ended up hurting my throat, haha). Di saat itu tuh aku entah mengapa bener-bener kepikiran ini, kalo Tuhan bareng kita dan ikut campur tangan, jadi pemenang itu perkara kecil. Habis itu i had this urge to pray for a couple seconds, which i did. It was just way too overwhelming for this little girl that i suddenly got religious, lol. Dan karena menang, kita tampil lagi sekali lagi buat dokumentasi panitia.

The verdict is, practicing sure is tiring, but all those sweats (and sore throats in my case) won’t betray your practices. Latihan emang nyita waktu dan pikiran dan tenaga banget, mesti pulang paling lama, ketinggalan pelajaran, kangen suasana kelas banget, tapi the outcomes won’t lie.

Setelah itu kita balik ke sekolah dan ketemu temen-temen lain yang siap-siap pulang setelah edu fair.

We actually sang once of each song at the school in front of our classmates. I just can not look eye-to-eye with them so i pour my whole focus and sight to the conducter, Brigitta. Rasanya aneh aja mesti nyanyi yang formal(?) begitu sambil liat mata mereka. Lagian kayaknya seharusnya emang liatin dirijennya sih, hahaha. Ga sempet tanyain pendapat mereka sih, soalnya kita buru-buru buat ke tempat kompetisi, tapi Cicin bilang Aurel bilang dia merinding denger kita nyanyi huhu aku padamu, rel!

Waktu nunggu jam satu datang (pulangnya mesti jam segitu soalnya), aku ngobrol sedikit sama Cicin. Aku cerita kalo aku nyoba nyelesaiin tes kepribadian kan, terus hasilnya INTJ (introvert, intuitive, thinking, judgement), dan kalo berdasarkan itu, aku ini cocoknya berkecimpung di dunia yang berbau ilmu pengetahuan gitu, soalnya katanya aku bisa simplify something buat dibagiin ke orang lain, blablabla. Dan dokter ada di dalam ituu! Soo happy! Katanya aku cocok jadi research and development, profesor, dokter, analyst, pengacara, hakim, begitu-begitulah. Pas aku bacain deskripsi hasil tes yang aku ikutin, kita berdua kayak, ‘woooo~’ xD (partner alamiku: ENTP atau ENFP kalo tak salah). *and based on wikipedia, tipe INTJ itu langka banget! Di AS cuma 1-2% dan untuk perempuannya cuma 0,8%*

Terus ada satu tes lagi yang aku coba kan, miripan gitu juga lah, Nah hasilnya itu ternyata aku ini artist atau berbakat di bidang seni. Pas denger ini sih, Cicin ngeiyain setuju dan bilang, ‘bisa jadi’. Sebenarnya, waktu cobain tes yang hasilnya INTJ itu, aku agak antisipasi kalo hasilnya ga ada pekerjaan dokter sama sekali, karena aku sendiri sadar, kalau sebenarnya bahwasanya aku ini emang seharusnya ambil major yang berhubungan dengan seni (makanya di back up plan, aku ada masukin sekolah musik kesana, it’s because i’m aware of my interests). Tapi aku sudah memutuskan untuk jadiin bakat seni aku cuma sekedar buat fun dan yah, kepuasan pribadi aja. Nyanyi dan melukis cuma aku jadiin sarana buat relaksasi dan berkreasi. Lagian aku engga merasa kompeten kalo mesti ambil major seni-senian, karena aku ini tipe pengembang, bukan pencipta, jadi agak sulit. *yah, walopun ambil kedokteran bahkan buat aku lebih merasa ga kompeten, aku yakin kalau aku bisa selama aku emang punya kemauan kuat dan mau belajar*.

Anyway, papi naik jabatan katanya, tapi pindah departemen. Tadinya kan papi di TI (yang emang bidang papi banget sih, soalnya papi emamg lulusan itu), terus karena naik jabatan jadi pindah ke bagian reskrimsus (kriminal khusus) yang mestinya dipegang sarjana hukum. Such a weird thing, tapi make sense karena di polda jambi jabatan TI yang lebih tinggi dari papi (kasubbid jadi kabid) masih terisi, makanya ga bisa naik. Kata mami, kalo masuk reskrimsus kerjanya jadi agak ga jelas, maksudnya tuh kayak bukan pekerja tetap gitu. Seragam papi jadi seragam preman (maksudnya bajunya bebas gitu), terus waktu kerjanya ga tentu, kalo misal disuruh datang malem larut ya mesti pergi. So yeah, honestly it scares me out a bit. *somehow berharap departemen papi berubah ke yang lain yang lebih cocok sama bidang papi sebenarnya… But He knows what the best for daddy, what can i do?* Aku ga suka banget sama yang namanya anxious because it kills me softly and deeply, jadi agak kurang sreg sih sama departemen baru papi, apalagi bukan cuma reskrim, tapi yang khusus. Ah, tapi namanya pekerjaan selalu ada resiko juga kan yah? Aku hanya perlu berserah sama Tuhan dan percaya Tuhan tahu yang terbaik. Best of luck for you, loveliest dad on earth! I love you.

Ga terlalu inget tepatnya sejak kapan, tapi aku jadi sensitif banget sama dingin. Dulu nih ya, AC sampe 18 pun rasanya kurang! Tapi sekarang 26 aja masih dingin. Akhir-akhir ini tiap tidur aku pake celana training panjang, kaos kaki, kadang dobel sweater, sangking dinginnya rasa aku. Pake selimut lagi! Bingung deh, badan aku kenapa lagi…

Oh, tentang gambar-gambarku pas UTS, aku bakal ceritain mungkin besok atau Minggu :3 Aku lupa scan, hihi.

Daan~ SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA! Be grateful, develop yourselves and stay true to who you are!

See you guys real soon! ❤

img003

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s