MOTIVASI(?), MOVE ON, MY WAY, PROSES, WHO YOU ARE

Homosexual?!

I don’t think that i’m the right person or even an expert of this topic, but i’ve heard couple things related to this, in the Bible’s way(?) dan dari pelajaran BK di kelas. I wrote this based on my opinion, dan aku ga bermaksud buat nyinggung siapapun. I only speak out my inner thought. One of my friend said that, kalau tersinggung berarti bener ._. Kata dia sih ya. Pokoknya jangan keluarkan kata-kata kasar kalau mau komentar, wuffyu.

Jadi, sebenarnya homoseksual itu apa sih?
Homo sendiri artinya satu jenis, atau bisa juga dianggap sebagai manusia. Theoritically, homoseksual means mereka yang memiliki cinta tidak seharusnya pada sesama jenis. Kenapa kata cinta yang aku pakai? Karena LGBT campaign yang sering muncul di media sosial atau dimanapun itu, selalu menekankan perihal ‘cinta’ dan bikin seolah-olah homoseksual tadi itu wajar; semua karena cinta. Padahal…

Gimana tuh cara identifikasi kalo kita homoseksual apa bukan?
Basically, hal yang bakal terjadi adalah sama seperti saat kamu jatuh cinta biasanya. Hatinya bergetar, punya dorongan buat skinship -simpelnya mau megang-megang (let’s be real), cemburu kalau dia deket sama yang lain, pokoknya sama aja dengan gimana yang terjadi saat kamu jatuh cinta biasanya. Perbedaannya adalah…objek yang bikin kamu ‘ngerasa’ begini adalah sama jenis kelaminnya sama kamu.

Kenapa ada kalangan yang berpendapat bahwa homoseksual semestinya diwajarkan?
Karena mereka cuma fokus sama satu hal dan mengabaikan hal lainnya. Sama kayak masalah ketidak setujuan dengan eksekusi mati yang mereka dasarkan pada penegakan HAM, buat mereka yang mendukung homosexuality, ini adalah wajar atas nama cinta. Padahal cinta terhadap sesama jenis semestinya engga diinterpretasi seperti itu, i mean diperboleh untuk cintanya berkembang secara tidak wajar seolah berbeda jenis padahal sama.

Loh, tapi kalo emang cinta ya gimana lagi?
Cinta itu perasaan, perasaan itu bisa dihilangkan. Kesimpulannya cinta tadi bisa dihilangkan. Masalahnya adalah di orangnya. Will you stand up dan balik ke jalan yang seharusnya atau jadi lemah dan pasrah, lalu berpikir begini, ‘ah, bisa apa aku, mungkin jalanku emang begini.’ Screw your mind! One of my kakak rohani di gereja bilang kalau selama kamu memang ngerti kalau perasaan itu salah dan bisa terima (ini tahap paling penting dalam apapun yang menerjang kamu, TERIMA), lalu buat pemikiran yang se-benarnya di otak kamu, kamu bisa keluar dari lingkaran api ini. Memang sulit awalnya, pasti sulit banget, i think i can understand that feel, tapi kamu mesti tahu kalau kamu itu yang paling bisa ngatur perasaan kamu sendiri. Kalo jawaban rohani sih cuma satu, lebih deket lagi gih sama Tuhanmu. Everything happen for some reasons. Oh, dan jangan bertindak saat pikiranmu berkabut! It’s a no no!

Should we hate them?
Don’t. Mereka sama manusianya dengan kita. Benci orangnya jangan, tapi kalo kelakuannya boleh. Apalagi kalau kamu udah lebih tahu gimana seharusnya. Jangan jauhin mereka, tapi coba bimbing mereka dengan cara yang halus dan sopan. Kalo engga ya, i think lebih bagus jaga jarak sih. Jauhin jangan, tapi jangan deket. We never knew, bisa jadi tiba-tiba kita bangun dan ikut nyimpang. Inget, temen itu perngaruh besar buat kamu, don’t let them take away your real-you. Cinta itu dari awal diciptain Tuhan buat nyatuin ciptaan-Nya yang beda jenis dalam namanya pernikahan.

Gimana biar engga terjangkit homoseksual?
Kamu mesti punya konsep diri yang bener dan kuat. Contohnya, aku perempuan kan yah, jadi ya aku selalu tanamin ke diri kalau makhluk ciptaan Tuhan yang nantinya aku cintai adalah seorang pria. Aku juga harus bisa mengerti kalau Tuhan ciptain wanita untuk bersanding dan menjadi penolong pria. It’s a bullshit kalo “i’m a homosexual because my ex hurt me before” atau karena pengalaman yang buruk dengan lawan jenis. Kita ga bakal tersakiti kalau kita ga biarin hati kita disakiti. Sekali lagi, ini berat, tapi inilah yang benar. Don’t stick to apa yang nyaman dan oke sama diri kita, tapi stick to the truth.

Berat ya topiknya? Hahaha. Maaf juga karena aku lacking banget buat sharingnya, maafkan kalau agak aneh dan ga nyambung. Sebenarnya aku terinspriasi buat nulis ini setelah malem-malem buka recent updates BBM baca statusnya temen, ‘sekarang aku ngerti kenapa cewe lebih milih jadi lesbi’ dan dahiku langsung berkerut. THE HECK! Cogan bertebaran banget dan jomblo, why should you love the same gender? Lagian perbedaan itu indah kan? 😉 Dan jaehyun dan yamapi nungguin aku buat lulus sekolah buat diperistri! (what a delusion xD)

Anyway, just remember this one thing. Tuhan ciptain Adam and Eve, not Adam and John 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Homosexual?!”

  1. I like this post. Kalo ngomongin topik ini memang sensitif ya, tapi ya kita kan cuma mau menyampaikan pemikiran kita. Dalam Islam pun tidak dibenarkan perilaku tersebut. Kita kan bukan bermaksud menyudutkan pelaku LGBT itu, tapi pernyataan mereka yang seolah2 ingin membenarkan tindakan mereka itu yang terkadang membuat sebal. Dan aku setuju, intinya kembali ke Tuhan, maka akan menemukan jalan yg lurus lagi. And yes, it’s not adam & john! 😁

    1. Haii…icha..? How old are you actually? Ga tahu mau make sapaan gimana, hahaha. Glad to knew that i’m not the only one who think this way. Aku sama terganggunya kalau misal lagi scroll sosmed, terus pake-pake pelangi dan minta dukungan buat diapprovenya LGBT dengan ngumbar-ngumbar cinta, kayak…”why guyss?” Anyway, terima kasih buat kunjungannyaa~! ❤

      1. Apparently I’m older than you, but feel free to call me just icha or whatever you want haha. Wah sampai begitu ya, untunglah di feed sosmed aku gak ada, tapi udah jarang sosmed juga sih. You’re welcome, hana!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s