9 Days of Question and Answer

Day 9

“1.Kenapa kamu kelihatan terbuka tapi disisi lain ketutup? Kayak satu pintu terbuka terus dua pintu lain ketutup? 2. Kenapa kamu sulit sekali ‘dibaca’? Kadang kayak open book, kadang kayak novel setebel-tebelnya dengan makna tersirat. Lebih gampang ensiklopedi!”

You know me well! Aku juga sering berpikiran seperti isi pertanyaanmu.

Kenapa aku terbuka tapi juga tertutup? Aku punya katup otomatis buat yang ini. Buatku, mau aku cerita sampe gila pun, gabakal ada yang ngerti kecuali aku sama Tuhan. Jadi, keep it open tapi cuma sedikit, celah satu centi aja. Aku juga sejauh ini selalu mikir, ga bakal ada yang bisa ngerti perasaanku sepenuhnya walau pun aku terbuka ‘semuanya’. Jadi yah, better not waste my energy.

Tapi sebenarnya aku salah. Kayak gitu itu namanya sok tahu, itu namanya egois. Nyatanya banyak kok yang mau ngasih waktu mereka buat denger ceritaku. Banyak kok yang mau nenangin aku saat aku nangis sekali pun. Tapi lagi…aku udah terbiasa begitu. Jadinya tiap aku nyoba buat buka pintu yang lain, pintu yang tadinya terbuka malah tertutup dengan sendirinya. Semuanya otomatis, kayak udah ke set yang boleh kebuka cuma satu. Jadi silahkan masuk lewat yang itu dan figure out sendiri jalan menuju pintu yang lain. Semua pintunya terhubung kok 😉

Ngomong-ngomong, kenapa pintu yang ketutupnya dua? Kenapa engga satu juga?

Sebenarnya, aku ini tipikal yang mudah ditebak ._. Aku ini bener-bener simple-minded loh, cuma suka spontan gitu. Tapi sih ya, asal kamunya mau dan emang ga takut buat masuk ke dalam salah satu pintuku, kurasa aku ini easy to predict.

Selain itu, hal ini disebabkan kepribadianku yang…masih unstable, i should say. Diriku sendiri masih bingung masalah kepribadianku yang sesungguhnya. Aku ini sebenarnya punya pemikiran yang dewasa, bahkan kelewat dewasa untuk ‘anak’ seumuran aku. Tapi aku juga punya sisi manja nya anak TK, yang rasanya tuh eternal ._. Aku juga kadang kekanak-kanakan tanpa sadar yang muncul kalo aku lagi bareng sama orang yang kurasa nyaman :)) *hint. suaraku bakal naik sampe ke Gunung Kerinci saat aku nagging, sedangkan kalo sama orang yang aku ga nyaman, suaraku bakal jadi rendah*

Aku itu engga sulit, cuma butuh waktu lebih lama lagi untuk dipahami. Aku mudah dibaca dan mudah dimengerti, kalo kamu ‘baca’ aku secara perlahan dan diulang-ulang. Resapi tiap kata yang tertera, entar pasti ngerti kok. Kenal sama orang butuh waktu, kenal sama aku butuh lebih banyak waktu lagi daripada itu.

Anyway, ini termasuk salah satu pertanyaan favoritku :3 Kukira yang berpikiran begini cuma aku, tapi ternyata ada juga yang berpikir seperti ini di sekitarku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s