#TEAMBAPER, BAKATKU, CHANGE, DEWASA, KESAN PESAN, LAGI BIJAK, LIFE IS TOUGH, MAAFKAN DAKU, MY WAY, NEW BEGINNING, NEW THING, PROSES, SPECIAL UPDATE

Death Execution

my thoughts on the death execution

Warning: baca dengan pikiran terbuka :3              

Beberapa tahun terakhir ini, hukuman eksekusi mati buat mereka yang melakukan kejahatan superior di aktifin lagi di Indonesia setelah lama ga dipake dengan alasan ‘melanggar HAM’. Fyi, di Aceh sempat beberapa kali diadain eksekusi juga, tapi buat dicambuk didepan publik.

Aku pernah baca sebuah kutipan yang bilang kalau sebenarnya yang namanya kebebasan itu tidak ada yang absolut. Setelah aku cerna lagi, itu kutipan sebenarnya pengen bicara, kalau yang namanya kebebasan itu cuma ilusi, engga nyata. Semua yang diawali dengan kata ‘bebas’ rata-rata belakangnya bakal diikutin ‘kecuali’ atau ‘tapi’ atau ‘asal tidak…’ dan lain-lain. Kayak misalnya, penderita penyakit A bebas makan apa aja asal bukan yang digoreng. Itu aja udah ngegambarin banget.

The same thing goes to the death execution issue. Manusia memang punya hak untuk mempertahankan kehidupannya, tapi jelas ada batasnya. Kenapa? Sekali lagi, there is no absolute freedom!

Mereka yang dapat hukuman mati mostly adalah pengedar narkoba, atau kurir narkoba dari luar negeri, atau telah melakukan kejahatan diluar manusiawi. Ini dia pertanyaan sesungguhnya. Apa mereka layak dapatkan hukuman seberat itu?

Logically speaking, yes, mereka pantas dapatin itu. Secara logika ya.

Aku sendiri berpikir kalau tindakan pemerintah buat ngejalanin lagi hukuman itu tuh sesuatu yang baik, sebuah kemajuan.

Why?

Kita mulai dari masalah pengedar narkoba. Sekarang begini, biasanya kalau ada kasus pencucian uang, bagian mananya yang biasa dicari? Mereka yang distribusiin. Kenapa? Biar rantainya terputus, biar kepalanya ditemuin. Kaitin sama kenapa pengedar yang dihukum berat. Supaya angka masuknya narkoba ke negara kita bisa ditekan turun. Supaya rantai ke pecandunya putus. Supaya induk dari semuanya bisa ditangkap. Lebih baik pecandu dari pada pengedar. Pengedar narkoba itu kalo di analogiin itu kayak virus yang nyebarnya cepet banget dan susah buat disembuhin. Kalo pecandu masih bisa disembuhin.

Bayangin kalau pengedar itu dibiarin terus. Peredaran narkoba bakal makin luas. Pecandu juga pasti ikut meningkat.

Sekarang lanjut ke masalah hukuman mati buat mereka yang melakukan kejahatan diluar manusiawi. Dalam eksekusi kemarin, sih, menyangkut mereka yang melakukan tindakan terorisme yang bikin banyak orang terbunuh.

Logically speaking lagi, kurasa mereka layak dapatin hukuman itu. Why? They have killed banyak sekali orang yang innocent! Secara logis, bukannya hukuman mati itu setimpal dengan tindakan mereka? Nyawa diganti nyawa. Untung aja manusia nyawanya hanya satu, bayangin kalo banyak, kurasa satu pelaku bakal dapatin banyak hukuman mati berturut-turut.

Cruel? Not at all.

Coba bayangin gimana sedihnya, gimana kecewanya, gimana marahnya anggota keluarga dari para korban yang banyak itu. Orang-orang yang mereka sayang, orang-orang yang mereka butuh, pergi dari dunia karena kejahatan satu dua orang tidak bertanggung jawab. It is hurt. Atit au.

Sesuatu yang lucu itu ada di reaksi negara lain yang warga negaranya kena death execution. Bagus, sih, sebenarnya. Itu artinya negara bener-bener menjalankan tugasnya buat ngelindungin warga negaranya. Tapi ada satu negara tetangga yang protes dengan cara kekanak-kanakan, ngungkit masa lalu.

I feel like, somehow, ada beberapa negara yang nganggap Indonesia seakan Indonesia ini cuma anak kecil yang polos dan mudah dibodoh-bodohin. Well, in fact, we used to be like that. Kayak seorang kakak ngasih adiknya sebatang permen dua bulan lalu. Hari ini, adiknya makan mi goreng kesukaan sang kakak. Biar adiknya mau ngasih si kakak mi goreng tadi, si kakak inget-ingetin adiknya tentang permen yang pernah dikasih oleh si kakak. Tapi bahkan anak kecil pun bakal jadi seorang dewasa beberapa tahun setelahnya._.

Ngomongin masalah ‘hukuman mati melanggar HAM’.

Apa bunuh orang yang ga bersalah ga melanggar HAM?
Apa bikin orang lain mati karena narkoba engga ngelanggar HAM?

Now the more i think about it, am i being way too…mean? Hahaha.

Ohiya, aku ga maksud buat bikin kalian ikut pendapatku atau apa. Aku cuma mau ngasih pendapatku, ngasih pandangan (seorang) remaja masalah hal ‘dewasa dan serius’ kayak yang diatas.

Was that too deep and heavy? xD

Ini sebenarnya bagian dari draf buat bukuku. Tapi setelah kupikir lagi, aku menemukan pencerahan dan mendapat konsep baru. Rencananya pengen aku arrange ulang. Jadinya nanti kayak menjurus ke guide book buat remaja, tapi per topik sebagai selingan pengen aku masukin pengalaman lucu atau cerita pendek. Tapi entahlah._. Masih didoakan.

Anyway, karena perubahan konsep, bakal ada bagian dari draft-draft buku itu yang aku post di blog. Well, kitakan keluarga, jadi kalo ada sesuatu mesti selalu berbagi, right? 😉

Selamat malming. Selamat merana, Jomblo Sekalian!<3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s