FLASH FICTION, UNYU-UNYU STORY

Flash Fiction: Dia.

“Halo! Keenan, aku udah lumutan nungguin kamu, tahu! Kamu tuh niat ga sih jemput akunya?”

“Sorry, Na, aku ada keperluan mendadak, jadi gabisa jemput kamu.”

“Ih, kalo gitu bilang dong daritadi! Emangnya susah ya, buat ngabarin gitu? Aku sampe gila karena nunggu kamu, tahu!”

“Iya tadi barusan juga udah mau nelpon kamu, Sayang. Tapi kamu keburu nelpon duluan. Maaf ya, Na-”

“Gatau ah, ga peduli!”

Ah, Keenan mah! Bukannya bilang kek, sms kek, apa kek. Ish! Kesel, kesel, kesel!

Untungnya sebuah bus terlihat sedang mendekat ke halte tempatku duduk ini. Aku dengan tergesa-gesa berdiri dan merapikan penampilanku, lalu mengecek dompet biruku untuk melihat berapa uang yang tersisa. Saat bus berhenti tepat didepanku, aku langsung berjalan masuk dan berhati-hati biar tidak tersandung saat naik.

Aku memilih kursi deret ke tiga dari depan dan tepat disamping jendela.

Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.

Hah, untung saja aku bawa payung. Untung saja aku sudah pulang kerja. Untung saja aku sudah didalam bus. Untung saja…

Oh, ya ampun, Keenan kan naik motor hari ini! Aduh, dia kebasahan tidak ya? Mana dia orangnya paling ga bisa kehujanan, langsung demam tiga hari. Aduh, Keenan baik-baik aja ngga ya? Apa aku telpon aja? Eh, tapi katanya dia ada keperluan penting tadi. Telpon ngga ya?

Telpon deh!

Calling Mr. K…

“Halo, Na? Kenapa?”

“Kamu dimana? Indoor apa outdoor?”

“Indoor, kenapa sih, Na?”

“Hujan deras banget ini. Hati-hati kehujanan. Nanti kalo sampe urusan kamu selesai terus hujannya masih turun, kamu jangan lupa pake jas hujan lengkap. Ingat, lengkap!”

“Iya, Na. Kamu sendiri gimana, jadi pulang dengan siapa?”

“Sama cowo ganteng!”

“Renata… Jangan coba-coba bikin aku kesel. Ini aku lagi mau sparring karate, Na. Jangan bikin aku bunuh orang.”

“Apa sih. Biar situ, kalo kamu dipenjara,  aku ya tinggal cari yang baru.”

“Hey! Kamu dimana, sama siapa sih?”

“Udahan ya, nanti pulsaku habis. Inget, pake jas hujan lengkap! Nih ya, kalo kamu demam, aku ga bakal mau repot-repot rawat kamu.”

“Re-”

Aku langsung mutusin telpon ke Keenan, hihi. Dia itu selalu marah-marah kalo aku ngomongin tentang cowo. Bahkan dia pernah ngambek sampe seharian karena katanya aku terlalu sayang sama idolaku, salah satu member boyband Korea, EXO. Tapi aku seneng kok, artinya kan dia emang bener-bener ga mau berbagi aku sama yang lain. Manisnya.

Nama lengkap pria itu Keenan Prawira. Keenannya Renata Prawira. Keenannya aku.

Saat sedang serius menatapi pemandangan diluar jendela, ponselku bergetar. Aku mengernyit saat melihat layarnya. Disitu ada tulisan ‘H-1 Anniversary!” Heuh? Kok rasanya cepet banget ya?

Ingatanku tiba-tiba kembali pada saat kami masih pacaran. Waktu itu, sepulangnya dari kampus, Keenan mengajakku untuk pergi ke suatu tempat yang kata dia sih, bagus. Aku menurut saja waktu itu.

Kami sampai di tempat yang Keenan maksud sekitar setengah jam kemudian. Dia membawaku ke taman yang asri banget. Pas keluar dari mobil, aku ngeliat Keenan udah bawa rantang gitu, masing-masing satu di kedua tangannya. Waktu aku tanyain, dia senyum terus bilang kalau kita mau piknik.

Setelah nemu spot yang pas, Keenan langsung gelar kain lebar gitu, warnanya coklat pake renda-renda diujung terus ada motif bunga gitu. Waktu itu aku cuma ketawa lihat pilihan Keenan, unyu gitu sih.

Terus kita ngobrol sebentar. Terus aku ngajakin Keenan foto buat kenang-kenangan. Habis itu kita makan bekal yang udah Keenan siapin. Selesai makan, Keenan bilang kalau dia pengen tiduran, cape katanya. Terus dia jadiin pangkuanku sebagai alas kepalanya.

Sekitar sepuluh menit kemudian, jiwa jahilku tiba-tiba datang. Jadi aku ganggu Keenannya.

“Keenan, kamu mau ngasih apa ke aku lewat hubungan kita ini?”

“Masa depanlah. Emang kamu mau apalagi?”

Pipiku langsung bersemu saat itu. Hatiku juga menghangat tiba-tiba.

Terus setelah wisuda, Keenan sama orang tuanya langsung datang kerumahku dan melamarku. Tentu saja aku mau.

Tanpa terasa, besok menandai masuknya pernikahan tahun kedua aku dan Keenan. Aku bersyukur karena Keenan memilihku. Aku juga bersyukur karena Keenan bisa membuatku bahagia.

Mungkin Keenan engga romantis banget. Kadang juga sering ngeselin. Dia juga seneng ngusilin aku.

Tapi meski begitu, dia selalu ada saat aku butuh penopang. Dia ada disana tiap kali aku sendirian. Dia juga ada di saat aku berada dalam titik terendahku.
Dia Keenan, Keenan Prawira. Dia suamiku.

***
Yuhuu, selamat malming! Kali ini selesai dalam 40 menit (sambil nunggu dokter tadi). Akhirnya bikin yang unyu-unyu ya, hahaha😂 Mungkin karena akhir-akhir ini aku lagi penasaran sama rasanya punya pacar dan sekalian dilanjut sampe nikah:) Ini bukan kode loh ya😁 Anyway, gimana pemikiran kalian tentang ff yang unyu begini? Lebih suka yang suram atau yang berbunga-bunga manis begini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s