#TEAMBAPER, CERPEN, FLASH FICTION, GALAU, GALAU MALEM-MALEM

Flash Fiction: Luka yang Tertinggal

Aku masih ingat sakitnya saat dia minta hubungan kami selesai. Rasa kecewa dan pahit yang bercampur menjadi satu masih begitu berbekas dipikiranku. Air mata yang tertumpah karena luka yang aku terima. Aku ingat semuanya.

Hari ini tepat setahun setelah perpisahan gelap itu.

Kalau boleh jujur, perasaan cintaku masih sama, bahkan semakin besar.

How am i supposed to forget us saat dia selalu muncul dalam pandanganku? Gimana bisa aku menghilangkan kamu dari akalku kalau aku terus melihat wajahmu dan mendengar suara beratmu, dua hal favoritku di dunia ini? Aku tak bisa.

Tapi tiap kali aku mengingat cinta yang kusimpan untukmu, nyeri juga merasuk. Aku benar-benar tak pernah bisa mengelak dari sakitnya.

“The sparks are all gone now, sorry.”

“I don’t want to make you stay only for my ego. I don’t want you to be by my side because the love isn’t here anymore.”

“You deserve someone better.”

Raut mukamu tampak serius waktu itu, aku ingat sekali. Aku tahu betapa sulit bagimu untuk memilih kata yang tepat agar hatiku yang malang tak begitu terluka.

Tapi kalau kamu tahu betapa rapuhnya aku, kamu mestinya tidak melepas genggaman tanganmu dariku.

Tepat setahun berpisah, kudengar kamu sudah bersama wanita lain. Katanya kalian akan menikah tahun depan. Betapa waktu berlalu begitu cepat.

Cintamu (dulu) layaknya awan. Kelihatannya statis, tapi sebenarnya selalu bergerak, berubah arah, berubah bentuk. Tak pernah diam di tempat yang sama dalam waktu lama.

“Falling in love is easy, but staying in love is hard.”

Itu ucapan terakhir yang meluncur dari mulutmu saat kamu minta perpisahan denganku. Setelahnya kamu pergi tanpa payah menoleh ke belakang untuk…setidaknya memberiku senyuman terakhir.

Sometimes i start to wonder.

Apakah cintamu (dulu) benar-benar nyata? Apa debaran yang kamu rasakan (dulu) benar-benar cinta? Apa kita (dulu) benar-benar saling mencintai? Atau hanya aku sendirian yang mencinta?

Aku sering membaca ulang semua pesan yang pernah kamu kirim untukku. Hanya dengan itulah hatiku menghangat. Hanya itu satu-satunya sisa puing cinta kita yang tak mampu kuhapus. Aku hanya takut kalau suatu hari aku terbangun dari tidur dan semua tentangmu benar-benar hilang tanpa jejak, aku takut.

Mencintaimu memang menyakitkan. Tapi mencoba melupakanmu lebih menyesakkan. Seakan pasokan udara disekitarku direngut paksa.

***

Halo, hari ini diselesaikan dalam 40 menit! Cerita galau lagi, hihi. Mungkin emang hati itu gabisa bohong ._. Ini nulisnya pake baper, jadi semoga kalian yang baca ikut baper, jadi kita baper bareng #teambaper. Ngomong-ngomong, Kimi sakit cacar, sama kayak Ryo. Cepet sembuh ya, berdua! Oh, credit quote yang falling in love is easy, but staying… itu buat Naomi Neo, barusan aku baca blognya 🙂 (dia youtuber SG).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s