#TEAMBAPER, CERPEN, FLASH FICTION, GALAU, GALAU MALEM-MALEM, MY WAY

Flash Fiction: Istriku

“Selamat pagi, Sayang. Bangun yuk, hari ini kerja kan? Mana ada rapat penting juga lagi. Bangun yuk.”

Ah, pagi yang baru, hari baru bersama istri tercinta.

“Kamu mandi gih, nanti kalau udah langsung turun buat sarapan ya. Kopi hitam kayak biasa kan?”

Aku cuma mengangguk mengiyakan. Segera sesudahnya aku meraih handuk yang tergantung dan membawanya ke kamar mandi.

Ah, segarnya!

Hari ini istriku memilihkan pakaian kerja dengan jas berwarna biru tua, kemeja putih dan dasi senada. Seperti biasa, ia selalu bisa membuatku puas dengan tampilanku ke kantor, pilihannya selalu luar biasa mengesankan.

Setelah menuruni tangga dan berjalan menuju dapur, kutemukan anak gadisku sedang sibuk di depan kompor membuat sarapan, sepertinya. Saat kulirik meja makan, sudah tersedia secangkir kopi hitam buatan istri tercinta tentunya.

“Adel, mama kamu dimana? Panggil cepetan, papa ada rapat penting pagi ini. Sarapan engga bakal mulai kalau belum ngumpul semuanya.”

Adel menoleh padaku. Raut wajahnya tampak terkejut, tapi beberapa detik kemudian berubah menjadi raut seperti sedih dan…terpukul. Dia lalu berjalan mendekatiku perlahan dan memelukku yang sudah duduk duluan. Dia seperti memaksakan senyum lalu membuka mulutnya.

“Papa, mama kan udah engga sama kita lagi.”

“Apa maksud kamu? Tadi pagi aja kan mama kamu yang bangunin-“

“Pa, papa mesti belajar ikhlasin kepergian mama, Pa. Mama pasti sedih liat papa yang kayak gini.”

“Adel! Kamu jangan ngomong sembarangan! Mama masih disini, Del.”

Pelan kudengar isakan dari mulut Adel.

“Pa, mama kecelakaan dan…meninggal tepat dua minggu lalu, Pa. Mama udah engga sama kita lagi dari dua minggu lalu, Pa.”

Jantungku seakan berhenti berdegup untuk sesaat. Rasanya…sakit dan menyesakkan.

Tiba-tiba, rasa pusing yang hebat menyerang kepalaku. Kemudian muncul kilas balik dua minggu lalu. Saat kecelakaan mobil yang kami sekeluarga alami.

Darah, bau anyir, air mata, rasa sakit.

“Maaf, Pak. Ibu tidak dapat kami selamatkan. Sekali lagi maaf. Saya mohon pamit.”

Istriku tersayang…

***

Flash fiction lainnya~ Pas tiga ratus kata! Mumpung tangan gatel lagi pengen ngetik, aku berusaha buat rampungin cerita super singkat ini. Kali ini durasinya lebih sebentar, sekitar tiga puluh sampai empat puluh menit :3 Maafkan typos dan alurnya yang kecepetan atau ngebingungin. Aku harap sih feelnya bakal ngena dan berasa banget :)) Selamat Minggu (galau)!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s