BOYSANDGIRLS, CINDY, CURHAT, DIARY, FRIENDSHIP, JESSLIN, KAMIS, PERISTIWA MEMALUKAN, TEEN

Tiga anak ayam (T2A)

Update sebelumnya menyedihkan ya…? Aku ngerti kok, ngerti, maafkan hamba yang lemah ini.

Sebagai bonus(?) aku cerita tentang kejadian di hari Kamis ajalah ya.

Jadi, pas hari Kamis, aku, Cindy dan Jesslin memutuskan untuk berkelana ke ruang guru demi memenuhi panggilan kpk, eh, engga deng hihi😁 Dari situlah semua dimulai.

Prolognya, minggu ini, aku tersadarkan dengan salah satu fakta bahwa aku kelewat sering gigitin bibir dan menyakiti bibir (kadang sampai berdarah). Jadi, aku berusaha mencari alternatif kegiatan yang bisa membuat perhatianku engga kosong, maksudnya biar ga inget buat gigit-gigit bibir. Jadi, aku bikin mini pom-pom dari tisu (yang buat cheerleader itulohh). Caranya tinggal lipat, gunting, pisah-pisahin, gulung, selotipin, selesai!

Nah, karenanya, aku jadi sering bawa guntingnya Lisa sama tisu kemana-mana. Dan pas banget, pas Kamis ke ruang guru, aku bawa perlengkapan aneh itu.

Kami kemudian masuk. Dimulailah kejadian luar biasa.

Cindy masuk, terus Jesslin masuk. Kan pintunya tuh yang pegas(?) gitu, jadi sejenis otomatis(?). Setelah Jesslin masuk, dia sepertinya melupakan keberadaanku, dan aku sendiri juga lagi serius ngerjain pom-pom unyu itu. Dan tiba-tiba kedengaran suara ‘dukk’. Jujur, aku engga kepentok, entah apa yang kepentok, cuma posisiku lagi nunduk gitu, jadi keliatan kepentok(?) (sepertinya guntingnya yanag kepentok). Dan waktu kepentok itu terjadi, suaranya kan gede tuh, guru-guru langsung liatin kita terus ketawa, dan itu ketawa yang bener-bener ketawa banget. Dan kami malu, tentu saja!

Engga sampe disitu doang, pas mau keluarnya, kami pertamanya mau lewat pintu yang ditempelin kertas ‘pintu masuk siswa’. Eh, gabisa kebuka masa! Dan dengan malu-malu, kami jalan bertiga berbaris kebelakang, keluar lewat pintu dengan tempelan kertas ‘pintu keluar siswa’. Pas mau keluar, si Cindy tabrakan lagi dengan meja. Dan suaranya gede, lagi!

Dan kami di ketawain lagi…

Ngomong-ngomong, pas kita mau keluar, teacher siwontok (nama disamarkan, ceritanya) ngeliatin kita bertiga dengan pandangan ‘apa otak ini anak bertiga masih beres setelah tubrukan tadi? Mereka baik-baik aja kan?’ tapi sambil kayak senyum geli maklum gitu (pokoknya ya begitulah)

Dan runtuhlah citra (kami) di mata guru-guru…

Entah kenapa, aku jadi ngerasa kayak kita itu tiga anak ilang yang gatau arah.

Advertisements

2 thoughts on “Tiga anak ayam (T2A)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s