BOYSANDGIRLS, COTTON CANDY, CURHAT, DAYDREAMING, DIARY, EXCITED, LIFE DIARIES

Dua Surat Spesial

Teruntuk kamu diluar sana yang menyukaiku, terima kasih.

Halo, namaku Johana Imanuella, silahkan panggil dengan nama apapun asal tidak melenceng dari jalan lurus, anak sulung di keluarga, penggila artis Korea, dan seorang yang keras kepala.

Sebelumnya, aku berterima kasih karena kamu dengan segala kesabaranmu sudah suka denganku. I appreciate it, a lot! Aku gatau pasti entah sisi manaku yang membuat perasaan itu muncul dalam dirimu, yang jelas, makasih karena udah suka denganku.

Aku tahu suka dengan orang seperti ini (re: aku) itu susah dan pasti agak memalukan. Apalagi dengan segala sisi jelekku yang tidak bisa terpoles halus. Aku ceroboh, suka hilang keseimbangan tiba-tiba, engga terlalu pinter dalam bidang akademik, ribut, bawel, kekanak-kanakan, seringkali bertingkah semaunya tanpa memikirkan orang lain, manja dan banyak hal lain yang tentu tak boleh disebutkan (karena itu artinya sama saja dengan mempermalukan diri sendiri, dan aku tidak berniat melakukan itu sooner maupun later).

Tapi sama seperti manusia lainnya, aku juga punya titik spesial. Suaraku lumayan (walau tidak begitu tinggi, tapi Jesslin bilang tetap merdu), selera fashionku juga lumayan, tinggi yang imut, pipi yang tembem (atau overload), iris mata bewarna cokelat (aku bangga dengan hal ini, karena inj satu-satunya warisan papi di wajahku), imajinasi yang luar biasa (dan liar kadang-kadang) dan jiwa seni yang cukup tinggi.

Terima kasih karena sudah melihatku sebagai sesuatu yang tetap pantas dikagumi meski dengan sejuta kekurangan. Aku bahagia.

Aku tahu aku kadang (atau bahkan selalu) ga peka. Itu bentuk pembentengan diri dari yang namanya baper (sejenis penyakit yang lagi merajalela di kalangan remaja jaman sekarang). Aku juga sering egois dan tidak peduli dengan sekitar. Tapi aku manusia biasa, yang terkadang ingin jadi pusat perhatian. Tak perlu banyak orang, satu saja (asal selamanya) sudah cukup. Dan terima kasih sudah menjadi salah satunya.

Terima kasih untuk sudah berbesar hati dan menyukaiku. Akan kupastikan kamu tidak menyesal karena sudah menyukaiku!

Sincerely, yours :))

Teruntuk suami masa depan…

Halo suami masa depan! I’ve been waiting for you since high school started.

Aku menantikan hal-hal yang akan kita lakukan bersama nantinya. Entah itu menyelesaikan goal list milikku, atau melakukan hal-hal yang menyenangkan lainnya.

Aku tak begitu mempermasalahkan tampilan fisik, karena selama ini, yang aku sebutkan dalam doaku adalah sosok yang takut akan Tuhan. Well, kalau pun misalnya kamu persis angan-anganku, tinggi dan setampan Sehun, Chanyeol atau Wu Yifan, aku benar-benar sangat bersyukur. Itu bonus yang sangat…luar biasa. Aku jelas sangat berterima kasih pada Tuhan.

Kuberi tahu beberapa hal yang sepertinya bisa membantumu di atas tadi. Tambahan, aku bisa diberi makan apa saja (tapi jangan labu dan teman-temannya, jangan hal-hal yang pahit, dan sesuatu yang kelewat asin atau manis atau pedas), aku suka kerapihan, dan sedikit malas.

Aku menunggu saat dimana aku bisa mengenalkanmu pada kedua orang tuaku dan saat aku berkenalan dengan orang tuamu. (Walau pun dengan memikirkannya saja sudah membuatku gugup sekali)

Aku menunggu perubahan-perubahan baik pada diriku karena usahamu.

Ah, ngomong-ngomong, aku sangat menantikan untuk mendekor rumah sendiri, jadi nanti biar kita desain sendiri rumah yang akan kita tinggali setelah menikah, bisakah?

Suami masa depan, jangan takut untuk membentakku saat aku melakukan kesalahan. Tapi sesudahnya rangkul aku dan bantu aku membereskan kekacauan yang telah kuhasilkan (tambahan: hatiku sangat lembut, jadi jangan terkejut jika aku menangis nantinya). Katakan padaku, kau tetap mengasihiku, dan memberi bentakan tadi agar aku bisa belajar dari kesalahan. Jangan diamkan aku dan bersikap dingin. Itu sangatlah menyebalkan! (Dan jelas bukan cara penyelesaian masalah yang benar dan dewasa)

Terima kasih karena kerelaanmu menghabiskan sisa hidupmu (selamanya) bersama orang sepertiku. (Bicara tentang bersama selamanya, aku jelas tidak menyukai konsep pernikahan dengan bumbu perceraian, jadi jangan coba-coba atau hidupmu takkan tenang karena dihantui rasa bersalah dan rindu denganku, jangan coba-coba!)

Satu hal lagi, aku bukan seseorang yang ahli dalam hal-hal yang romantis (cheesy stuffs maksudnya), aku lebih memilih menggodamu sampai matahari terbenam daripada menyiapkan surprises seperti gadis kebanyakan di novel. Tolong jangan salah paham meski aku jarang sekali mengatakan kata cinta padamu (karena itu menggelikan untukku). Aku lebih suka membuatmu ‘merasakan’ cintaku daripada ‘mendengarkan’ cintaku. Jadi, mengertilah.

Hal yang paling aku butuhkan dari sosokmu hanyalah kesabaran dan kedewasaan untuk mengimbangiku. Aku takkan memintamu menerimaku apa adanya, silahkan rubah aku, buat aku menjadi seseorang yang lebih baik.

Satu lagi, jangan bantu aku saat aku tak menyuruhmu membantu, gengsiku lumayan tinggi (kecuali dimatamu aku sudah terlihat sangat kesusahan). Dan jangan menolak bantuan dariku, karena perempuan Tuhan ciptakan sebagai penolong untuk suaminya nanti. Ah, kalau misalnya pekerjaanmu persis seperti keinginanku saat ini (dan itu antara dokter dan pengusaha), tolong jangan bawa pekerjaan ke dalam rumah, karena rumah adalah tempat bersantai dan tempat untuk menghabiskan waktu denganku (dan anak-anak nantinya). Aku tak suka berbagi perhatian, jadi fokuslah padaku.

Aku tak bisa menjanjikan hal baik untuk saat ini, karena masih ada beberapa tahun sebelum kita bersatu, jadi masih besar kemungkinan agar aku mengeksplor diri.

Aku berdoa yang terbaik untukmu tiap harinya, jadi berterima kasihlah padaku!

Sincerely, your future wife‚ô•

ps. Aku engga lagi galau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s