mau pulang!

Loha! I’ve been having this urge to write a lot lately, kayak ide cerita itu seliweran terus, tapi aku tidak bisa sampaikan dalam bentuk kata-kata dan cerpen simply karena aku gemes(?). Kayak ide di kepalaku itu udah DABEST,  tapi kalau dijadikan cerita harus alur segala macam, jadi akoo malash, heu. Continue reading “mau pulang!”

Advertisements

starting over!

starting over

what does it mean to start over?

start over secara literal artinya mulai lagi. untuk beberapa konteks, bisa berarti kembali ke titik awal kamu mulai jalan (dengan harapan bisa memperbaiki segala miss yang terjadi sekarang), atau malah starting over dalam konteks kamu ada di titik yang baru, tetapi kondisimu kembali nol, jadi kamu berusaha untuk pelan-pelan jalan lagi (dari titik baru tadi).

menurutku pribadi, start over things berarti kamu udah relain yang sebelumnya—ga  peduli berapa berat dan sakitnya kemarin itu, kamu udah lepasin itu semua dan mutusin untuk “fck all that, imma let them go”—kemudian pursue the one you actually want to, mulai lakuin hal-hal yang ngebahagian kamu, jadi kamu yang baru tanpa hilangin kamu yang sesungguhnya. (oke, aku teringat pancasila yang adalah ideologi terbuka, artinya dinamis dan fleksibel, haha)

when and how do we actually need to start over?

sebelumnya aku mesti tegasin kalau starting over ga sama artinya dengan kamu kabur dari masalah dan left the trashes laying around tanpa dibereskan dan dibuang ke tempat seharusnya. you let go simply because it burdens you, because it holds your steps, because it is just that heavy and you really need to take a break, setelah kamu udah coba semua yang kamu bisa dan selesaikan itu semua. sesimpel ketika kamu dapat nilai merah dan mesti remedial karena semalam engga belajar, kamu engga depresi karena nilaimu yang buruk, tapi jadiin itu pembelajaran dan pengingat buat dirimu sendiri untuk belajar sebelum ulangan, lalu mulai banyak baca buku dan materi supaya ulangan selanjutnya bisa dapat nilai bagus. kamu yang engga fussing over the bad score dan milih untuk jadiin itu reminder supaya mau belajar, itu dia starting over.

karena itu kalau ditanya kapan mestinya dan gimana caranya kita start over, pertama dan terpenting adalah ketika kita udah siap mental dan hati. karena kalau kita masih terus aja ga mau lepasin dan genggam kuat segala itu, ya ga akan bisa mulai lagi. dan jujur aja, aku kesulitan parah untuk ngelakuin tahap ini. aku tahu kalau terus pegang segala pemikiran dan omongan yang negatif malah buat aku makin jatuh, tapi selalu saja sulit untuk ngelepas itu. aku masokis, begitu biasanya aku sebut diriku. all this time i write things regarding self-love, self-forgiving, whatsoever, aku lakuin itu karena aku engga ingin ada aku yang lain diluar sana. ada di state aku ada sekarang itu more than devastating, engga seharusnya ada anak remaja lain yang terjebak di state yang sama. bukan karena aku pikir orang lain lemah, atau aku mau jadi tameng segala macam, tapi sesederhana pemikiran bahwa ‘kalau kalian bisa avoid the same sticky situation, aku bakal usahain itu buat kalian’.

kedua, set your new point to start, tetapin dimana letak garis start kalian. kalau sebelumnya gagal nanam bunga mawar, mungkin kamu pilih start baru dengan tanam kacang tanah aja. kalau sebelumnya kalian ga berhasil dapat nilai seratus, mungkin tujuan barumu jadi delapan puluh dengan kerja keras yang double up. aku engga tahu gimana kalian, but i really hope that everything goes well in your side of world. life is such a bitch, so you have to be even bitchier than life—win over the freaking life!

ketiga, ga usah berpikir terlalu ke depan, lima tahun lagi lah, tujuh tahun lagi lah, pikirkan besok saja cukup. salah satu hal yang aku baru sadar penting adalah bahwa hidup bakal terasa lebih mudah kalau kamu stop mikir terlalu jauh. sama kayak gimana kadang jodohmu itu cuma sejengkal tapi kamu terlalu sibuk lihat sana sini yang jauh, jadinya terlewatkan, begitu. ketika kamu hidup benar-benar untuk hari ini, semuanya pelan-pelan bakal lebih make sense dan sedikit lebih ringan. kalau memang sakit, sakitnya buat hari ini, besok kamu ketawa aja kalau ingat sakit itu. kalau memang menyedihkan, sedihnya cuma buat hari itu, besok dan lusa kamu udah senyum-senyum aja ingatnya (‘cupu lu mah’, gitu mikirnya).

why do we need to start over?

jawabannya sederhana. karena kita memang perlu untuk bergerak. kita ga bisa terus-terusan sama, tiap harinya something changes in you, sekecil apapun dan setidak terasa sama sekali pun, you do change everyday. starting over adalah sebuah cara untuk kamu sadar kalau ya, hidup itu bergerak, entah bisa kamu kendalikan atau tidak—dunia itu berputar. kalau kamu diem di tempat terus, kamu cuma bakal jadi pusing karena engga bisa adaptasi sama perputaran itu.

———– s t a r t   o v e r ———-

percaya deh, apapun itu, kalau kamu punya sedikit aja faith buat dirimu sendiri dan terus ngandalin Tuhan, kamu bisa. aku punya minus faith in myself, sedikit banyak ngandalin Tuhan, i did good. apalagi kalau faith yang kamu punya itu satu atau dua dan lebih banyak lagi ngandalin Tuhannya, pasti outcome-nya jauh jauh lebih keren.

find someone to talk to kalau kamu memang sudah sesak napas, engga apa-apa. kalau merasa perlu isolasi diri sebentar, silahkan—

do every-damn-thing that you know will help yourself.

just do not end yourself pathetically. appreciate you more.

nilai decent meskipun tampang ga memadai

Masih ingat tidak, aku bikin postingan soal gimana biar kamu kelihatan baik depan orang tuamu? Nah, kali ini aku mau tulis sejenisnya, tapi lebih ke gimana biar manage nilaimu supaya bisa stay decent (seengganya lulus KKM deh), meskipun kamu slengekan dan sleboran, kayak daku, HAHA. Continue reading “nilai decent meskipun tampang ga memadai”